Video Viral Warga Labuhanbatu Gotong Keranda Seberangi Sungai, Ini Kata Pak Camat


Video Viral Warga Labuhanbatu Gotong Keranda Seberangi Sungai, Ini Kata Pak Camat
Video viral warga seberangi sungai bawa keranda jenazah

jaringberita.com -Video viral warga di Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) membawa keranda jenazah menyeberangi sungai terus mendapat respon.

Menurut informasinya, hal tersebut dilakukan warga untuk membawa jenazah ke lokasi pemakaman di seberang dengan melewati sungai karena lokasinya dekat.

Diketahui kalau dalam video sempat viral iyu, terlihat jenazah yang berada di dalam keranda digotong sejumlah orang melalui sungai. Ketinggian air sungai terlihat sepinggang orang dewas.

"Susahnya akses ke pemakaman," demikian narasi dalam video itu.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Dusun Aek Pala, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu pada hari Minggu (11/12) lalu.

Camat setempat mengatakan jika warga membawa jenazah itu ke seberang sungai karena lokasinya lebih dekat ke pemukiman warga.

"Kalau kuburan untuk Desa Janji itu di samping kantor camat (Bilah Barat). Cuma ada orang yang dari dulu mewakafkan di situ (seberang sungai). Dekat rasa orang itu. Karena orang itu mau di situ, ya mana bisa dilarang-larang," kata Camat Bilah Barat Muhammad Noor seperti dikutip dari detiksumut.

Noor mengatakan sebenarnya warga juga bisa melalui jembatan jika ingin membawa jenazah ke seberang sungai. Namun harus memakan waktu yang lebih lama ketimbang langsung melalui sungai.

Selain itu, kata Noor, ada lokasi pemakaman yang bukan di seberang sungai. Namun warga tetap mau ke seberang sungai dengan alasan lebih dekat.

"Sebenarnya dari dulu disitu (pemakaman di dekat kantor camat) yang dipakai. Dari Kampung Baru di situ pemakamannya. Saya tahu karena saya orang Kampung Baru," jelasnya.

Selain itu, Noor mengatakan kedalaman sungai Aek Pala tersebut normalnya hanya selutut orang dewasa. Sehingga dapat diseberangi dengan mudah, jika tidak sedang dalam keadaan banjir.

"Di seberang sungai itu enggak ada perkampungan, hanya ada ladang masyarakat. Cuma ada orang yang mewakafkan tanahnya di situ, karena itulah mereka akhirnya menguburkan di situ. Jadi hanya perkara dekatnya itu," sebut Noor.

Editor
: jrb

Tag: