jaringberita.com - Polemik soal planter box atau separator di Jalan Karya Wisata terus bergulir. Keberadaan separator jalan dinilai mengganggu ruang gerak masyarakat.
Forum Masyarakat Johor Menggugat (FJM) sudah melakukan berbagai upaya agar Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau ulang kebijakan itu. Mulai dari melakukan petisi tanda tangan penolakan, somasi dan kampanye publik sudah digaungkan.
FMJM terus melanjutkan perjuangan mereka. Menyuarakan tuntutan, meminta kebijakan planter box dievaluasi. Penguatan di tataran jaringan terus dilakukan.
Kali ini, FMJM mengadu soal polemik planter box ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Selasa (10/1/2023).
FMJM langsung disambut Ketua Umum MUI Medan Hasan Matsum bersama sejumlah jajaran pengurusnya. Dalam pertemuan itu, FMJM langsung menyampaikan soal keluhan masyarakat Medan Johor yang selama ini terkesan tidak digubris.
Poin pentingnya, selama ini separator jalan sudah merugikan masyarakat. Karena justru, keberadaan separator jalan tidak menjadi solusi kemacetan seperti yang dicanangkan Bobby. Termasuk soal aturan yang dilanggar atas pemasangan planter box itu.
“Alhamdulillah, hari ini para ulama kita di MUI merespon baik aduan dan keluhan masyarakat,” kata Koordinator FMJM Gumilar Aditya Nugroho.
Selama ini kata Gumilar, aduan warga ibarat angin lalu. Didengar namun tidak mendapat reaksi yang baik. “Kita sudah membuat langkah – langkah. Sampai kepada somasi terbuka sudah kita layangkan. Namun nampaknya Wali Kota Medan berkeras hati,” kata Gumilar, pengacara yang dikenal aktif dalam advokasi gerakan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, FMJM meminta kepada MUI Medan untuk memberikan nasihat kepada Wali Kota Bobby. Sehingga, Bobby bisa mendengar keluhan warganya terkait separator jalan.
“Kami berharap para ulama, orangtua kita, bisa memberikan nasihat dan masukan kepada Wali Kota Medan. Supaya dia bisa lebih mendengar masukan dan kritik dari warganya. Karena masyarakat sebagai kontrol sosial bagi Wali Kota Medan, dalam menerapkan kebijakan,” ujarnya.