Menurutnya, Al-Washliyah sebagai organisasi umat Islam terbesar di Sumatera Utara, sudah saatnya mendorong seluruh kader dan warga Al-Washliyah untuk diperjuangkan menjadi legislatif dalam Pemilu mendatang.
Dalam pandangannya, Prof Hafiz menyebut tiga cluster dukungan. Pertama, untuk calon DPD dan DPR-RI yang Dapil Sumut, rekomendasi dukungannya dari PW Al-Washliyah Sumatera Utara.
Kedua, untuk calon DPRD Kabupaten/Kota, rekomendasi dukungannya dari PD setempat. Sedangkan untuk calon DPRD Sumatera Utara, rekomendasi dukungannya berasal dari kolaborasi PW dengan PD-PD yang wilayahnya masuk dalam daerah pemilihan calon tersebut.
Hal senada juga disampaikan Ketua PD Al-Washliyah Asahan, Ustadz Syahrul Nasution, SH.I MA. Menurutnya, rekomendasi dukungan kepada kader yang ingin menjadi calon legislatif, mesti lebih dahulu didasari uji kelayakan, pertimbangan sosial (popularitas), dan loyalitas terhadap Al-Washliyah.
Pendapat serupa disertai adu argumentatif juga diutarakan PD Langkat, Binjai, Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Tebingtinggi, Simalungun, Siantar, Tanjungbalai, Humbang Hasundutan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Toba Samosir, Sibolga, Padangsidempuan, Nias Selatan, Mandailing Natal, Gunung Sitoli, dan Tapanuli Utara.
Saat menyampaikan pandangannya, tanpa dinyana para PD se-Sumut sepakat menyebut nama Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP, untuk direkomendasikan dan didukung penuh menjadi calon DPD-RI periode mendatang.
“Untuk DPD-RI sudah final, Al Washliyah se-Sumatera Utara, mendukung penuh dan memperjuangkan Dr H. Dedi Iskandar Batubara, menjadi DPD-RI pada Pemilu 2024 mendatang,” sebut Ketua PD Al-Washliyah Batubara, Ustadz H. Al-As’ary S,Ag, MSi, disambut teriakan takbir ratusan peserta Rakor.