jaringberita.com -
Penataan
Kota
Lama
Kesawan
yang
dilakukan
Pemko
sebagai
wujud
untuk
menjadikan
Kota
Medan
sebagai
salah
satu
destinasi
heritage
di
Tanah
Air.
Sebab dengan revitalisasi yang dilakukan, kawasan yang dipenuhi dengan bangunan tua ini akan menjadi ikon wisata baru sekaligus mendorong perkembangan ekonomi.
Seperti diketahui, melalui penataan yang dilakukan, Walikota Medan Bobby Nasution ingin mengembalikan kawasan Kota Lama Kesawan sebagai ruang pedestrian.
Itu sebabnya revitalisasi yang dilakukan akan diikuti dengan penataan jalan, arcade dan pembenahan kabel jaringan (ducting utility), sehingga membuat siapa saja, termasuk wisatawan yang melintasi kawasan itu nantinya akan merasa tenang dan nyaman.
Di samping itu juga akan diberikan space bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di Kota Lama Kesawan.
“Melalui penataan yang dilakukan, saya berkeinginan secara fungsi dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM untuk maju dan naik kelas,” ungkap Bobby Nasution melansir website pemko medan, Jumat (24/2/2023).
Sementara itu Wakil Dekan I Fisipol UMA, Dr Nadra Ideyani Vita M.Si optimis penataan yang dilakukan akan menjadikan Kota Lama Kesawan melebihi Malioboro yang ada di Yogyakarta. Oleh karena itu dia mengajak masyarakat mendukung penuh penataan yang tengah dilakukan.
“Ditambah lagi kawasan Kota Lama Kesawan memiliki banyak bangunan-bangunan yang sangat menarik seperti Tjong A Fie Mansion, Restoran Tip Top, Gedung Warenhuis yang diketahui merupakan supermarket pertama di Kota Medan. Jika ini dikelola secara baik dan profesional, tentunya akan menarik perhatian bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kelebihan ini tentunya dapat menjadikan Kota Lama Kesawan melebihi Malioboro di Yogyakarta,” ungkapnya.
Dia menilai, menjadikan kawasan Kota Lama Kesawan sebagai destinasi heritage sebagai kebijakan yang sangat bijak dan cerdas. Sebab, Kota Medan tidak memiliki keindahan alam seperti pegunungan dan pantai untuk dijadikan sebagai magnet menarik perhatian wisatawan datang.
“Dengan menata bangunan tua yang kaya akan nilai arsitektur dan sejarah tentunya akan menjadikan Kota Medan sebagai salah satu destinasi heritage di Indonesia. Apalagi konsep ini dipadukan dengan keberagaman kuliner yang dimiliki serta pemberdayaan UMKM tentunya akan semakin menarik para wisatawan datang mengunjungi Kota Medan,” jelasnya.
Namun dia berpesan, agar penataan diperkuat dengan nuansa Medan yang kental sehingga membedakannya dengan daerah lain.
“Jika pun penataan Kota Lama Kesawan seperti Malioboro, tapi nuansa Medannya harus kental, sehingga benar-benar berkarakter. Saya yakin ini akan semakin menarik karena karakter Medan selama ini terkenal sangat unik,” tandasnya.