jaringberita.com -
Ramadhan Fair memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Berbagai produk kuliner dan kriya pun dipajang di stand-stand yang disiapkan
Pemko Medan di dua lokasi pelaksanaan, yakni di Jalan Masjid Raya Al-Mashun berikut Taman Sri Deli dan Lapangan Rengas Pulau Marelan.
Di ajang
Ramadhan Fair XVII yang berlangsung mulai 28 Maret sampai 14 April ini, terdapat 134 stand kuliner dan 60 stand kriya pada lokasi Jalan Masjid Raya Al-Mashun berikut Taman Sri Deli. Sedangkan di Lapangan Rengas Pulau disediakan sebanyak 112 stand kuliner dan 30 stand kriya.
Pada malam pembukaan yang berlangsung di Taman Sri Deli itu, Walikota Medan
Bobby Nasution didampingi Ketua TP PKK Medan Kahiyang Ayu
Bobby Nasution juga meninjau stand-stand
UMKM tersebut. Selain berdialog untuk memastikan semua berjalan dengan baik,
Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu juga berbelanja beberapa produk.
Para pelaku
UMKM pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas besarnya perhatian
Pemko Medan terhadap peningkatan UMKM.
Teguh Santoso, salah seorang pelaku
UMKM kuliner yang mendapat kesempatan berjualan di arena Ramadhan Fair, mengaku cukup optimis bisa meningkatkan pendapatannya pada ajang ini.
Dia mengaku rasa optimis ini timbul setelah melihat pada hari pertama berjualan cukup banyak konsumen yang membeli aneka bakso di stand-nya yang bernama Thailok itu.
"Alhamdulillah, Bang. Saat buka puasa tadi ramai yang membeli," ucapnya.
Teguh yang sebelumnya berjualan di seputaran Lapangan Merdeka ini mengungkapkan rasa syukurnya karena telah difasilitasi
Pemko Medan berjualan di arena
Ramadhan Fair Tahun 2023 ini.
"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Wali Kota, Pak Bobby Nasution, atas fasilitas yang telah diberikan kepada kami, para pelaku UMKM. Alhamdulilah. Terima kasih ya, Pak," ungkapnya.
Senada, Aulia Akbar, pelaku
UMKM kriya yang mendapat stand di Taman Sri Deli juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Walikota Medan, Bobby Nasution, karena telah memberikan ruang bagi pelaku
UMKM di perhelatan akbar ini.
Di stand itu, Aulia memajangkan produk peci, kopiah berbahan songket Melayu. Selain berusaha mendapat keuntungan ekonomi, melalui usahanya ini dia berharap agar produk tradisional tetap dikenal dan bangkit kembali. Harganya juga cukup variatif, tergantung kualitas bahannya.
"Terima kasih kepada
Pemko Medan yang telah menyediakan lokasi kita yang sangat strategis. Semoga di tahun-tahun berikutnya dalam lebih berjaya lagi," tutupnya.
Tags
beritaTerkait
komentar