jaringberita.com - Pagelaran
Melayu Serumpun tahun 2023 yang dilaksanakan di Halaman Istana Maimun, Kota Medan, resmi dibuka, Selasa (16/5/2023) malam.
Hal ini ditandai pemukulan bedug yang dilakukan oleh Sultan Deli ke-14 Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah yang turun dihadiri Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ketua Dekranas Wury Ma'ruf Amin.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan, dari tahun ke tahun kegiatan Gelar Melayu Serumpun ini sudah semakin berkualitas. Bahkan, bebernya, menurut data yang didapatkannya, berkat acara ini penginapan, hotel dan penerbangan periode sampai penuh.
"Acara ini memberikan andil, apalagi dengan hadirnya ibu negara. Tentunya ini tidak terlepas dari kerja keras pemerintah kota Medan," ungkapnya.
Angela menjelaskan, sebuah event memang merupakan magnet pariwisata yang sangat ampuh untuk bisa menarik wisatawan untuk datang. Tentunya, sambung dia, dengan banyaknya wisatawan, akan dapat menggeliatkan UMKM terutama sektor kuliner yang menjadi ciri khas Kota Medan.
"Oleh karenanya, ke depan kita perlu bekerjasama menguatkan ekosistem wisata di daerah. Bahkan Bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah meminta jika terkait event agar izinnya dipermudah," jelasnya.
Angela sendiri menilai, jika Kota Medan adalah kota yang luar biasa. Karena di kota ini, terdapat multi etnis yang inklusif yang merayakan keberagaman Indonesia dengan cara yang kreatif seperti kegiatan yang digelar ini.
Untuk mendukung event di daerah, terangnya, Kemenparekraf juga telah meluncurkan program Karisma Nusantara. Dukungan seperti ini, sebutnya, dilakukan dengan harapan dapat mempercepat kepercayaan publik kepada Indonesia, setelah pandemi Covid-19.
Sementara itu Walikota Medan Bobby Nasution mengatakan, Istana Maimun yang menjadi lokasi kegiatan Melayu Serumpun merupakan tempat sejarah dan saksi dari lahirnya Kota Medan.
Istana Maimun juga, kata dia menjadi simbol dan lambang dari Kota Medan, bukan hanya dari bentuk dan tempatnya saja, tetapi juga sebagai sejarah dan pelajaran, hingga ilmu terapan untuk menjalankan sosial ekonomi yang diambil dari Kesultanan Deli.
"Ada 12 suku di Kota Medan karena keterbukaan dan jalinan dan hubungan erat dengan Kesultanan Deli. Oleh karena itu adat istiadat tidak terlepas dari unsur Melayu dan kesultanan Deli," katanya.
Dalam kegiatan Melayu Serumpun ini, diisi oleh sejumlah kegiatan seni dari sejumlah etnis di Sumut dan juga dihadiri sejumlah negara. Selain itu juga terdapat sejumlah stand UMKM.