Kasihan ! Warga Langkat Korban Isu Penculik Anak Diamuk Massa, Keluarga Sebut ODGJ dan Bukan Penculik


Kasihan ! Warga Langkat Korban Isu Penculik Anak Diamuk Massa, Keluarga Sebut ODGJ dan Bukan Penculik
Keluarga korban isi culik anak yang Diamuk Massa ternyata ODGJ

jaringberita.com - Seorang wanita disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi korban amuk massa setelah santer kasus penculikan anak ramai di medos.

Terjadi pada Minggu lalu, 29 Januari 2023, diJalan Karya VII, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara.

Kasihan.Ternyata wanita itu merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Saujiah (55) warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Hal tersebut diungkapkan keponakan menantunya Mala, mewakili keluarga besar Saujiah. Pihaknya merasa keberatan dengan informasi yang saat ini masih beredar di media sosial.

"Saya bersama keluarga hanya mau mengklarifikasi, jika ibu Saujiah ini bukan lah pelaku penculik anak itu. Kemarin di tuduh pelaku penculik anak di daerah Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deliserdang," kata Mala, di kepada wartawan di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat diterima redaksi, Sabtu (11/2/2023).

Menurut Mala, keluarga mengetahui jika Saujiah dituduh sebagai pelaku penculikan anak dari video yang beredar di Media Sosial (Medsos) Facebook, Rabu (1/2/2023) malam lalu. Mengetahui itu, keesokan harinya keluarga besar lantas bertolak ke Kota Medan guna mengetahui kondisi Saujiah.

"Kami langsung menuju Polsek Helvetia, ibu Saujiah ternyata tidak disana dan kami diarahkan ke Polsek Sunggal. Disana, personel yang bertugas bilang sudah diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi. Alhasil, kami keluarga harus mondar-mandir kesana kemarin. Dari kantor polisi ke Dinas Sosial (Dinsos) hingga ke kantor Satpol PP," kata Mala, berkisah.

Di kantor Satpol PP Medan, akhirnya keluarga bertemu dan masih berada dalam mobil. Kondisi wajah Saujinah, lembam penuh dengan luka akibat amukan massa.

"Dia (Saujiah) ingat sama kami, keponakannya, adiknya, semuanya dia ingat. Bahkan, yang lain menangis melihat kondisinya, malah dia mengatakan kami jangan menangis," jelas Mala, dengan mata berkaca.

Menurut dia, dari informasi yang diterima jika Saujiah, dituduh sebagai menculik anak dikarenakan maraknya kabar penculikan anak yang beredar belakangan waktu lalu. Kenapa sampai ke Kota Medan, dirinya menambahkan jika saat itu keluarga hendak berziarah ke Jambi.

"Awalnya pada saat itu ibu Saujiah, mau berangkat ke Jambi untuk ziarah melalui Terminal Binjai. Ia pun diantarkan oleh adiknya yang paling kecil ke terminal. Karena busnya lama datang, adiknya pergi ke toilet, namun setelah kembali dari toilet, ibu Saujiah sudah tidak ada lagi," kenang Mala.

Adiknya Saujiah, berfikir jika kakaknya sudah menaiki bus dan berangkat ke Jambi. Handphone yang dipegang oleh Saujiah juga sudah tak bisa dihubungi.

Setelah itu, beberapa hari kemudian keluarga besar Saujiah mendapat kabar dari media sosial, kalau Saujiah dihajar warga karena tertuduh pelaku yang ingin menculik anak di Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

"Kalau riwayatnya, ibu Saujiah memang mengalami gangguan jiwa. Dan pada tahun 2019 pernah di rawat di rumah sakit jiwa. Sementara saat ini, ibu Saujiah sudah kita rawat kembali di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M ildrem," papar Mala.

Atas kejadian yang menimpa salah satu keluarganya, Mala berharap, kedepan khususnya bagi masyarakat di Indonesia, jangan main hakim sendiri. Hargai lah nyawa orang lain walaupun dia ada kelainan jiwa.

"Memang pasti kembali lagi ke keluarga, kenapa dia dilepas. Kalau mau dipasung, dia belum saatnya seperti itu. Sebelumnya juga dia sudah dinyatakan sembuh, walaupun masih berobat jalan," papar Mala.

"Kalau upaya hukum, saya rasa sudah lah. Tapi kami tegaskan jika ibu kami ini bukan pelaku penculik anak, tapi orang dalam gangguan jiwa (ODGJ)," sambung dia.

Dengan ini, Mala dan keluarga besar Saujiah berharap video yang masih beredar agar di hapus. "Yang melihat itu banyak di TikTok dan Facebook, termasuk keluarga besar kami. Hargai lah sesama manusia, dan saya tak ingin ada Saujiah-Saujiah yang lainnya," tegas Mala.

Sebelumnya, menurut Kanit Reskrim, Polsek Sunggal Iptu Suyanto Usman Nasution, peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/1/2023) dinihari.

Ia menjelaskan, malam itu wanita tersebut memberikan roti kepada anak-anak, lalu warga mengira bahwa wanita tersebut ingin melakukan penculikan.

Usman menduga, bahwa wanita tersebut merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa atau ODGJ. Saat itu juga, dirinya mengakui, bahwa pihaknya (kepolisian) juga masih mencari keberadaan keluarga agar bisa dipulangkan.


Tag: