Ijeck Harapkan Syarikat Islam Sumut Bermanfaat untuk Masyarakat dan Generasi Muda


Ijeck Harapkan Syarikat Islam Sumut Bermanfaat untuk Masyarakat dan Generasi Muda
Istimewa
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) XIV SI Sumut di Asrama Haji Medan, Jumat (9/12/2022).

jaringberita.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah berharap, Syarikat Islam (SI) Sumut selain memberi manfaat untuk seluruh kader, juga diharapkan turut memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah, yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat, khususnya gernasi muda islam.

Menurut Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, SI memiliki sejarah yang sangat panjang sebagai pelopor organisasi Islam di Indonesia, dan tentunya telah memberikan kontribusi besar bagi kejayaan Islam di Indonesia.

Syarikat Islam secara sejarah saya membacanya berawal dari kegiatan perkumpulan pedagang-pedagang muslim atau disebut Sarekat Dagang Islam (SDI) yang saat itu sangat lantang menentang segala ketidakadilan sistem kolonialisme di Indonesia,” ujarnya saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) XIV SI Sumut di Asrama Haji Medan, Jumat (9/12/2022).

Oleh karena itu dia berharap, SI yang sudah melewati beberapa dekade dan berganti pimpinan negara, bisa terus eksis dan bergerak bersama pemerintah dalam memajukan pembangunan.

“Kami berharap Syarikat Islam bisa terus eksis dan bermanfaat untuk masyarakat, khususnya umat Islam di Sumatera Utara,” katanya.

Sementara itu, Presiden Lajnah LTSI Hamdan Zoelva mengaku senang melihat Muswil DPW SI Sumut yang cukup ramai. Ia pun mengapresiasi upaya Ketua SI Sumut Hendra Cipta dalam membentuk 23 pimpinan cabang kabupaten/kota.

“Hal ini patut kita apresiasi dan saya ucapkan selamat karena ini perkembangan yang sangat menggembirakan di Sumatera Utara. Saya yakin Insya Allah, sumut jadi basis pengembangan Syarikat Islam,” katanya.

Dia menceritakan, lahirnya Syarikat Islam dilatarbelakangi kondisi ekonomi, sosial dan pendidikan umat Islam, yang saat itu yang berada di strata bawah, kemudian tumbuh kesadaran nasional yang saat itu dimotori para haji.

“Menurut mereka persoalan dasar bangsa dijajah adalah ekonomi, pemahaman keagamaan, kebodohan dan perpecahan di kalangan umat, untuk memperbaiki lahirlah Sarekat Dagang Islam yang sekarang menjadi Syarikat Islam,” kisahnya.

Editor
: Nata

Tag: