jaringberita.com -
Gubernur
Sumatera
Utara
(Gubsu)
Edy
Rahmayadi
meminta
semua
lembaga
pendidikan
yang
mencetak
para
penghafal
Alquran
(hafiz),
untuk
memikirkan
dan
mempersiapkan
keterampilan
khususnya
dalam
urusan
pekerjaan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri sekaligus meresmikan pemakaian Masjid Ar-Rahman Komplek Pesantren Zawiyatul Huffazh, Kota Medan, Rabu (22/3/2023).
“Saya yakin, begitu melihat masjid, pasti ada sesuatu. Apalagi yang diundang langsung adalah Gubernur, tentu kita jadikan ini perhatian,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keistimewaan para hafiz/hafizah, sangat banyak. Sebab ia mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam pandangan Allah SWT, sebagaimana mereka pasti mencintai Kalamullah (perkataan Allah). Sedangkan Allah sangat mencintai mereka yang cinta pada kalam-Nya.
“Para penghafal Alquran itu, kata guru saya, kain kafannya pun tak rusak. Sehingga dengan pesan itu, banyak yang ikut membaca dan ingin menghafalkan Alquran. Bahkan ada yang usia 7 tahun sudah hafal 30 juz,” ungkapnya.
Karenanya, setelah menjadi penghafal Alquran, dia berharap, lembaga pendidikan juga menyiapkan programnya untuk memberikan ilmu duniawi, sehingga para hafiz/hafizah memiliki keterampilan khusus, pekerjaan atau profesi.
“Saya sedang mendata, kalau ada 100 ribu lulusan pesantren, berapa yang jadi guru, berapa yang jadi PNS. Terus kemana yang lainnya?. Jadi jika tugas guru menjadikan santri berilmu, tugas saya mendorong itu agar mereka (hafiz) punya usaha,” sebutnya.
Termasuk juga tentang kesejahteraan umat, Edy menilai bahwa mereka yang mencintai Alquran harus lebih mencintai orang miskin dan anak yatim/piatu. Dengan begitu, mereka yang hidupnya berkecukupan, memberikan sebahagian hartanya demi kepentingan kesejahteraan dan kemaslahatan umat.