jaringberita.com -
Gubernur Sumatera Utara (Sumut)
Edy Rahmayadi menyatakan, ada sejarah besar dalam keberadaan nama
Asahan yang sejak 77 tahun silam, diputuskan sebagai sebuah wilayah di bawah struktur pemerintahan pada 15 Maret 1946, yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Asahan. Meskipun sejatinya nama tersebut sudah ada sejak abad ke-19 dalam bentuk kesultanan.
Sekelumit sejarah yang menjadi cikal bakal daerah tersebut hingga saat ini, disampaikan Edy saat gelaran acara puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Asahan di Taman Hutan Kota Taufan Gama Simatupang, Kota Kisaran, Rabu (15/3/2023) sore.
Menurutnya, Asahan menyimpan fakta sejarah yang perlu menjadi catatan penting dalam membangun kabupaten ini di masa depan. Mulai dari keberadaan situs peninggalan masa kejayaan kesultanan, hingga bekas penjajahan Belanda, serta keberadaan kawasan perkebunan yang masih bisa dilihat.
“Sebenarnya, Asahan ini sudah lebih dari 77 tahun ada. Dulu namanya wilayah Asahan, yang bahkan lebih tua dari Republik Indonesia. Sampai-sampai Belanda dulu pernah mencetak uang di sini. Sebelum kemerdekaan, orang sudah melakukan kegiatan ekonomi di daerah ini, dimana banyak saudagar kaya datang ke mari,” sebutnya.
Bahkan, dia mengingatkan bahwa Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Batubara juga merupakan bagian dari Kabupaten Asahan sebelum dimekarkan menjadi daerah otonom sendiri.
Selain itu Edy menjelaskan, potensi kekayaan alam di Kabupaten Asahan sejak lama juga sudah menjadi incaran Belanda sebagai penjajah. Karena bumi ‘Rambate Rata Raya’ ini merupakan semacam sentra sumber bahan logistik yang kemudian dipertahankan mati-matian oleh para penjajah.
“Asahan ini masih menjadi penyumbang kebutuhan logistik untuk Sumatera Utara. Dan kondisi seperti ini saya berharap menjadi kajian bagi Pak Bupati dan jajarannya, bagaimana kita mengurainya, kemudian membenahinya. Sehingga kita tahu apa yang harus kita kerjakan,” harapnya.
Dari potensi daerah yang ada, Edy mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan memfokuskan pembangunan ke arah pertanian dan perkebunan. Sehingga ia mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan, agar tidak bermimpi untuk menjadikan daerah ini sebagai sentra industri, sebab bertolak belakang dengan potensi yang ada.
“Rasanya tak mungkin saja Asahan ini miskin, karena potensi wilayahnya sangat tinggi. Dengan kekompakan di sini, menjadi tanda untuk kemajuan daerah. Tetapi jangan menunggu dan bergantung pada aturan saja. Karena regulasi (aturan) harus ditindaklanjuti dengan kreasi dan inovasi. Bunga cempaka jadi jambangan. Jadi hiasan di atas baju. Mari kita bergandeng tangan. Wujudkan Asahan yang lebih maju,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Asahan Surya menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur menghadiri acara puncak peringatan hari jadi ke-77 Kabupaten Asahan. Untuk peringatan hari jadi Kabupaten Asahan ini sendiri, kata Surya, diisi dengan berbagai kegiatan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) seperti pentas seni budaya, gotong royong, olahraga dan lainnya.