Fakta Mengejutkan, Telusuri Dugaan Korupsi Bersama LIPPSU, Jalan Kelurahan di Labuhanbatu Persis Kubangan


Fakta Mengejutkan, Telusuri Dugaan Korupsi Bersama LIPPSU, Jalan Kelurahan di Labuhanbatu Persis Kubangan
Jalan rusak
jaringberita.com -Meski sudah 77 tahun Indonesia merdeka, namun masih ada jalanan di kelurahan seperti kubangan.

Faktanya di Kelurahan Negeri Baru, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Jalan-jalan utama di setiap Lingkungan di Kelurahan Negeri Baru, rusak parah. Penuh lubang besar bak kubangan.

Hal ini membuktikan bahwa Pemkab Labuhanbatu tidak peduli dengan pembenahan infrastruktur.

Diketahui dari penelusuran tim Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), selama dua hari saat menguak dugaan korupsi puluhan miliar di Labuhanbatu.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik mengaku sangat kaget sekali melihat kondisi jalan di Labuhanbatu tersebut.

Ia berharap Pemkab Labuhanbatu segera memberikan perhatian serius guna segera melakukan pembenahan infrastruktur.

"Mungkin, di sinilah satu-satunya Kelurahan di Indonesia yang jalan jalan lingkungannya bagai kubangan. Jangankan masyarakat di Negeri Baru ini, kerbau pun akan menangis bila menapaki jalanan di kelurahan ini," tutur Ari.

Pria yang konsen menyoroti dugaan korupsi dan penyimpangan pembangunan tersebut langsung menampung aspirasi dan keluhan masyarakat di sana.

Bersama tim sempat berbincang dengan masyarakat saat melihat kondisi jalan dan adanya dugaan korupsi di daerah tersebut.

Masyarakat di Kelurahan Negeri Baru, khususnya Lingkungan Bangun Sari II mengaku sudah lama memohon kepada Bupati Labuhanbatu agar membenahi infrastruktur jalan di setiap lingkungan.

"Kami ini hidup di negeri yang sudah 77 tahun merdeka, tapi infrastrukturnya persis zaman penjajah. Kami mohon Pak Bupati dapat memahami suara hati masyarakat yang sudah lama menjerit tapi tak kunjung didengar,"kata masyarakat disana kepada Ari.

Dengan penuh rasa kecewa, masyarakat Negeri Baru tak ingin hanya dijadikan komoditi politik dan diakui saat menjelang Pilkada saja.

"Kami ini bukan barang dagangan politik. Kami rakyat yang butuh sentuhan pembangunan nyata dari pemerintah," kata warga.

Ia pun meminta Bupati Erik untuk segera memenuhi janji kampanyenya membangun Labuhanbatu.

"Jangan saat kampanye masyarakat digadang-gadang, setelah duduk malah tak dipandang. Masyarakat di Negeri Baru ini, bukan pecundang Pak! Mohon Bapak Bupati melihat kenyataan di tempat kami ini," imbaunya.

Sementara itu Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga yang sempat dikonfirmasi dengan menyertakan berberapa poto jalan rusak dan adanya dugaan korupsi di Labuhanbatu sempat kaget. Sedangkan Wakilbupati, mengaku sedang melaksanakan Umroh ke tanah Suci.


Tag: