Demo Penolakan Keputusan PN Pakam, Kelompok Tani Minta Perlindungan Kapolda Sumut dan Presiden Jokowi


Demo Penolakan Keputusan PN Pakam, Kelompok Tani Minta Perlindungan Kapolda Sumut dan Presiden Jokowi
Demo masyarakat kelompok tanai

jaringberita.com -Lagi gelombang demonstrasi mewarnai ketidakadilan bagi masyarakat kecil dinegeri ini. Kondisi ekonomi yang sudah terpuruk pasca covid-19, kian terperosok dirasakan masyarakat.

Seperti halnya dirasakan Mawar Br Simamora, salah seorang pendemo yang tergabung dalam Kelompok Tani Gang Rasmi saat melakukan aksinya di Mapolda Sumut.

Bersama rekan lainnya, ia minta perlindungan dari Kapolda SumutIrjen Panca Putra Simanjuntak dan Presiden Joko Widodo.

"Kami berterima kasih kepada pihak Polda Sumatera Utara, yang telah menerima aspirasi kami. Kita akan lanjutkan ke PN Lubuk Pakam,"ujar Tomson Parapat melalui pengeras suara.

Ratusan massa warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mengaku kalau lahan mereka saat ini dikuasi oleh mafia.

Lanjut ke PN Lubuk Pakam, Tomson Parapat bersama koordinator lapangan Pandapotan Sinurat dan Joni Sitorus, sebelumnya menyerahkan pernyataan ke Polda Sumut.

Di depan Gedung 'Tangan Tuhan' massa mengaku kalau keputusan PN Pakam memenangkan Rasken Pinem, dinilai menciderai hukum.

Pasalnya, gugatan masyarakat yang selama ini telah menempati dan menguasai lahan tidak terlibat dalam proses persidangan. Sehingga masyarakat menolak eksekusi, karena masyarakat yang tinggal di lahan tersebut memiliki hak.

Sama dengan di Polda Sumut, di PN Pakam massa juga meminta agar Poldasu segera melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam putusan PN Pakam tersebut. Syamsir

Penulis
: syamsir-mt
Editor
: Dedi

Tag: