jaringberita.com -Personel Brimob Polda Sumut bergerak. Bukan menuju medan perang, tapi membantu warga korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Komandan Batalyon (Danyon) A Sat Brimob Polda Sumut, AKBP Junaidy SH melalui Danton I Kompi 4 Yon A, Ipda Ferianus Zebua SH, menegaskan, personel dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir.
"Quick Respon dan tanggap bencana. Disini kehadiran kami untuk melaksanakan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir,"tegasnya.
Korban terdampak banjirmerendam puluhan rumah di Gang Lestari Dusun VII, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Amatan dilapangan, personel Brimob diterjunkan ada yang melakukan pembersihan rumah, evakuasi barang dan kendaraan. Lanjut Ferianus mengatakan, dalam kegiatan evakuasi dilakukan puluhan personel di turunkan ke lokasi.
"Kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, sampai saat ini situasi aman dan baik dan personil kamimembantu warga di posko pengungsian yang ada di kecamatan Hina ," ujar Ferianus.
Dilaporkan sebanyak lima Kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terdampak banjir akibat luapan air sungai serta tingginya curah hujan.
Adapun kelima Kecamatan tersebut ; Kecamatan Besitang, Kecamatan Tanjung Pura, Kecamatan Hinai, Kecamatan Sei Lepan dan Kecamatan Babalan.
"Desa Halaban, Kecamatan Besitang, masih melaksanakan kegiatan pembukaan dapur umum dan pendistribusian makanan dan pelayanan kesehatan bagi pelintas jalan Langkat - Aceh yang macet akibat banjir di Aceh Tamiang,"terang Kepala Pelaksana Harian (Kalaska) BPBD Langkat, Irwan Sahri, Senin (7/11/2022).
Sedangkan itu, Kecamatan Tanjung Pura, yang terdampak banjir sebanyak 838 Kepala Keluarga (KK), dengan ketinggian air 30-50 centimeter.
"Ada Beberapa warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga. Warga masih dapat beraktivitas terbatas di Kecamatan Tanjung Pura,"kata Iwan.
Kemudian Kecamatan Hinai, yang terdampak banjir sebanyak 429 KK. Tinggi air antara 30-100 sentimeter. Beberapa warga juga banyak mengungsi, dan masih dapat beraktivitas terbatas.
"Kecamatan Sei Lepan di Kelurahan Harapan Jaya sebanyak 70 KK dengan ketinggia air 30-80 cm. Dan terakhir, Kecamatan Babalan sebanyak 167 KK, dengan ketinggian air antara 30-70 cm. Masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa,"tambahnya.
Lanjut Irwan, hujan saat ini masih terjadi yang mengakibatkan debit air sungai meningkat sehingga air masih masuk ke pemukiman warga.
Sementara untuk Kecamatan Tanjung Pura disebabkan air mengalir perlahan ke saluran pembuangan, sehingga air masih menggenangi pemukiman warga.
"Debit air sungai Batang Serangan saat ini juga masih tinggi,"tutup Irwan.