Umumkan 9 Bakal Capres, PAN Bukan Cuma Dompleng


Umumkan 9 Bakal Capres, PAN Bukan Cuma Dompleng
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi. (

jaringberita.com -Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengumumkan sembilan nama tokoh yang diusulkan sebagai bakal calon presiden dalam Rapat Kerja Nasional. Strategi ini bukan upaya mendompleng suara.

“Untuk meraih suara, kita sudah solid dan memanaskan mesin partai menghadapi Pemilu 2024. Ini kan hanya usulan dari kader di bawah,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dijelaskan, sebenarnya, ada puluhan bakal calon yang diusulkan melalui forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN seluruh Indonesia.

Namun, nama-nama itu dikerucutkan.

“Akhirnya, DPP PAN menetapkan sembilan nama bakal calon yang akan diusulkan di Pilpres 2024. Jadi ini usulan dari bawah. Bukan obral nama,” tambahnya.

Banyaknya nama usulan bakal calon ini tak akan mengganggu soliditas internal PAN, maupun soliditas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di mana partai berlogo matahari itu bergabung bersama Golkar dan PPP. “Tidak mempersoalkan sembilan nama yang kita usulkan,” bebernya.

Pentolan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini menegaskan, klaster yang utama dari sembilan nama calon PAN, justru dari kader terbaik partai KIB.

Artinya, tetap munculnya nama kader partai ini membantah anggapan yang menyebut kaderisasi partai politik lemah. Namun demikian, PAN juga berusaha menampung suara yang mengusulkan kader eksternal yang berprestasi.

“Justru dapat menjadi referensi untuk KIB. Betapa beragamnya kecenderungan pilihan terhadap figur-figur yang muncul di publik,” tambahnya.

Disebutkan Viva, sembilan nama yang direkomendasikan di Rakernas III PAN 2022 ini akan di bawa ke Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PAN untuk ditetapkan paslon. “Baru nanti kemudian diusulkan ke KIB. Bisa saja berkurang,” pungkasnya.

Diketahui, dari sembilan nama calon yang diusulkan PAN, empat nama utama yang nangkring yakni petinggi partai politik. Dari mulai Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan; Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa; dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani.

Seperti dilansir dari RM.id, klaster berikutnya adalah kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Satu bakal pemimpin nasional lain klaster menteri, yakni Menteri BUMN, Erick Thohir.

Sebelumnya, analis Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif menilai, PAN terkesan mengobral capres. Padahal, terlalu banyak calon justru mempersulit konsolidasi partai koalisi.

“Ini baru di internal PAN, belum nanti proses pendistribusian bakal calon pilihan PAN ke KIB,” kata Ikhwan dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, dua hari lalu.

Strategi obral nama capres ini juga dinilai untuk merebut pengaruh ketokohan dan kekuatan politik masing-masing tokoh. PAN berusaha mendompleng nama mendongkrak elektabilitas. ?

Penulis
: Dedi
Editor
: Dedi

Tag:
PAN