Pencegahan Cacar Monyet, Pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta Diperketat


Pencegahan Cacar Monyet, Pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta Diperketat
Pixabay
Ilustrasi
jaringberita.com -Jakarta: Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasannya terhadap awak dan penumpang pesawat yang tiba dari luar negara maupun pelaku perjalanan dalam negeri sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit cacar monyet (monkeypox).

"Penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dilayani melalui Terminal 3. Di Terminal 3 sudah dilengkapi thermal scanner yang dapat mendeteksi suhu tubuh setiap awak dan penumpang pesawat secara bersamaan," kata Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi dilansir Antara, Jumat (26/8/2022).

Lebih lanjut Agus mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan ruang isolasi yang dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan guna tempat isolasi apabila ada awak dan penumpang pesawat yang diduga terpapar monkeypox.

Ia juga menuturkan, seluruh pemangku kepentingan bandara berkolaborasi dan bersinergi penuh dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran monkeypox.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko mengatakan, bahwa pengawasan kesehatan dilakukan dengan pengamatan visual untuk melihat apakah ada gejala monkeypox pada awak dan penumpang pesawat internasional yang baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan domestik yang berangkat dan datang.

"Gejala utama Monkeypox adalah adanya ruam merah kulit di sekitar wajah dan anggota badan lainnya serta adanya bengkak kelenjar getah bening di area sekitar leher. Hal ini berbeda dengan Covid-19 dimana demam masih menjadi salah satu gejala utama," jelasnya.

Ia mengatakan, pengawasan terhadap tanda dan gejala visual tersebut sebagian besar juga dapat terdeteksi pada saat pelaku perjalanan melakukan proses check-in untuk memproses keberangkatan dan pemeriksaan security.

Darmawali menambahkan, apabila petugas bandara menemukan tanda dan gejala monkeypox maka langsung melaporkan kepada petugas KKP sehingga bisa dilakukan pemeriksaan mendalam.

"Jika mengarah kepada gejala monkeypox maka penumpang maka akan dilakukan prosedur tatalaksana dan dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan," pungkasnya.

Penulis
: Antara
Editor
: Nata

Tag: