Duh, Tiap 3 Jam Balita Wafat Kena Pneumonia


Duh, Tiap 3 Jam Balita Wafat Kena Pneumonia
net
Balita saat dilakukan vaksin

Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Mei Neni Sitaresmi menyatakan, imunisasi sangat penting guna menjaga kesehatan dan mencegah stunting. Menurutnya, kasus kematian pada bayi dan balita umumnya disebabkan oleh penyakit radang paru-paru, diare, infeksi otak, dan campak. Penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan imunisasi.

Mei menjelaskan, penyakit radang paru-paru bisa dicegah dengan vaksin Pentabio, MR, dan PCV. Sementara diare dicegah dengan vaksin rotavirus. Penyakit infeksi otak bisa dicegah menggunakan vaksin HIB (Pentabio), PCV, MR, dan JE. Sedangkan pencegahan penyakit campak bisa melalui vaksin MR.

Dokter Spesialis Anak ini menegaskan, imunisasi merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan serta mencegah penyakit pada bayi dan balita.

“Dari 1 juta anak dari 62 negara ternyata anak yang mendapat imunisasi lengkap mempunyai risiko meninggal sekitar 0,73. Jadi risiko meninggalnya lebih kecil dibanding mereka yang tidak divaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, imunisasi juga dapat mencegah stunting atau kekerdilan pada bayi dan balita. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 286.500 anak usia 12-59 bulan di wilayah pedesaan di Indonesia, prevalensi stunting pada anak yang tidak diimunisasi dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang diimunisasi lengkap.

Karena itu, Mei menganjurkan agar anak-anak bisa memperoleh imunisasi lengkap. Dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena vaksin yang dibuat telah melalui serangkaian uji preklinis, uji klinis, dan post marketing untuk menjamin manfaat dan keamanan vaksin seperti dilansir dari laman RM.id.


Tag: