Rabu, 30 September 2026

Lima Kecamatan di Kapuas Hulu Direndam Banjir

- Jumat, 26 Agustus 2022 20:09 WIB
Lima Kecamatan di Kapuas Hulu Direndam Banjir
Istimewa
Banjir Kapuas Hulu
jaringberita.com - Jakarta: Banjir merendam lima kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (25/8/2022).

Peristiwa tersebut terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi sehingga meluapnya debit air sungai yang berada di lima kecamatan hingga ke permukiman warga pada pukul 22.14 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan hingga Jumat (26/8/2022) pukul 05.45 WIB, terdapat 353 KK / 1.928 jiwa terdampak. Selain itu sebanyak 315 unit rumah warga dan empat unit fasilitas umum ikut terendam banjir.

Adapun wilayah terdampak meliputi empat desa di Kecamatan Putussibau Selatan yaitu Desa Tanjung Lokang, Desa Bungan, Desa Kareho dan Desa Beringin Jaya. Selanjutnya dua desa di Kecamatan Bunut Hulu, antara lain Desa Temuyuk dan Desa Nanga Semangut.

Kemudian satu desa di Kecamatan Boyan Tanjung yaitu Desa Karya Maju. Satu desa di Kecamatan Pengkadan ialah Desa Jeljang. Desa Nanga Kalis di Kecamatan Kalis dan Kelurahan Hilir di Kecamatan Putussibau Utara.

"Untuk percepatan penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melakukan monitoring ke wilayah terdampak banjir dan evakuasi warga terdampak banjir serta berkoordinasi dengan pihak terkait," jelasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat pada Sabtu (26/8/2022) dan pada Minggu (29/8/2022) Wilayah yang berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat yaitu di sebagian wilayah Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sambas.

Berdasarkan prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan ancaman bencana banjir khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, untuk mempercayai informasi cuaca dari instansi terkait dan memperhatikan tanda-tanda alam seperti memantau debit air ketika hujan dengan itensitas tinggi terjadi terus menerus selama satu jam agar melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman.

Tags
beritaTerkait
Kapolda Kaltara Kunjungan Kerja ke Polres Tarakan
Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar Diguncang Gempa Bumi Tektonik M4,1
Petugas Gabungan Padamkan 26 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Barito Selatan
BNPB Bantu Rp500 Juta untuk Penanganan Banjir dan Longsor Jayawijaya
Angin Puting Beliung di Simalungun, 17 Rumah Rusak Berat
Walikota Targetkan Camat Se-Kota Medan Tuntaskan Permasalahan Wilayahnya dalam Sebulan
komentar
beritaTerbaru