Kenapa Anak Harus Diajak Aktif Bergerak, Begini Penjelasan IDAI


Kenapa Anak Harus Diajak Aktif Bergerak, Begini Penjelasan IDAI
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Jakarta: Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengingatkan orang tua bahwa anak harus dirangsang untuk banyak bergerak.

Sebab hal itu akan sangat berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang mereka.


"Dari aspek tumbuh kembang anak, anak harus dirangsang untuk beraktivitas fisik entah kejar-kejaran, main sepeda, bahkan nge-gym dan latihan beban," katanya dilansir Antara, Kamis (1/9/2022).


Menurutnya, dalam mengajak anak berolahraga, orang tua harus mengetahui minat dan kecenderungan anak terhadap aktivitas olahraga tertentu. Bahkan, tak masalah jika anak lebih menyukai olahraga berat seperti latihan beban selama intensitasnya tak berlebihan dan sesuai dengan usianya.


"Enggak usah kita paksa maunya kita, kita cukup mengarahkan saja. Tetapi pada prinsipnya, anak-anak itu boleh latihan beban sepanjang itu sesuai dengan usianya," ujarnya.


Piprim mengambil contoh anak-anak di Rusia yang sudah latihan beban sejak dini. Mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan memiliki postur tubuh tinggi.


Sayangnya pandemi telah membuat segala aktivitas harus dilakukan di rumah, dan menurut Piprim, anak-anak menjadi jarang bergerak sehingga tubuh mereka tidak bugar.


"Anak-anak yang dikurung terus di rumah, ini sangat bermasalah karena kalau dikurung biasanya larinya ke gadget dan snacking," imbuh Piprim.


Dia berpendapat, terlalu banyak snacking apalagi yang berupa junk food, akan menyebabkan gula darah meningkat kemudian membuat seseorang berada dalam kondisi sugar crash.


"Akan ada sugar crash, gula darahnya menurun, pada saat itu kita lapar lagi, merangsang snacking lagi. Terus begitu. Padahal snack itu terus akan menimbun kalori di tubuh kita lebih banyak," kata Piprim.


Oleh karena itu, Piprim mengingatkan orang tua untuk mulai mengarahkan anak untuk aktif bergerak dan berolahraga agar tubuh mereka tetap bugar.


"Jangan sampai anak-anak itu dikurung saja dan ini nantinya akan ada banyak masalah, karena exercise itu is a treatment sebetulnya. Jadi sangat bagus (sebagai langkah) promotif, preventif, juga kuratif," pungkasnya.

Penulis
: Antara
Editor
: Nata

Tag: