Gaya Hidup Lestari Tidak Cukup Sekedar Kumpul, Angkut dan Buang Sampah


Gaya Hidup Lestari Tidak Cukup Sekedar Kumpul, Angkut dan Buang Sampah
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Jakarta: Gaya hidup lestari atau berkelanjutan harus diiringi dengan pengelolaan sampah yang baik. Hal ini dikatakan Hanggara Sukandar selaku Sustainability Director dari Responsible Care Indonesia dalam siaran pers pada Jumat (26/8/2022).

"Perilaku pola lama pengelolaan sampah yaitu kumpul, angkut, dan buang terbukti tidak menyelesaikan sampah secara komprehensif," katanya.

Dalam menyikapi permasalahan sampah yang kompleks, kolaborasi dari berbagai pihak termasuk produsen, pelaku daur ulang, hingga pemerintah menjadi sangat penting. Karena alih-alih hanya dikumpulkan dan dibuang, kini pengelolaan sampah didorong dilakukan dengan prinsip 3R yakni reduce, reuse, recycle.

Hanggara mengatakan, upaya untuk mengajak masyarakat, produsen, konsumen, asosiasi, dan pemerintah untuk mengkampanyekan kegiatan daur ulang, khususnya sampah plastik perlu terus dilakukan.


"Sosialisasi dan edukasi perlu terus dijalankan untuk memudahkan setiap pihak dalam menjalankan fungsinya sesuai porsi masing-masing," ucapnya.


Namun demikian, sambungnya, teknologi yang terus berkembang sudah memungkinkan proses daur ulang terhadap jenis-jenis plastik yang hingga saat ini dianggap sulit untuk diproses, seperti salah satunya plastik jenis PS atau polistirena.

Melalui proses yang disebut depolymerization (depolimerisasi), setiap produk dengan bahan utama polistirena akan mampu didaur ulang menjadi bahan bakunya kembali.

"Teknologinya sudah tersedia meskipun saat ini masih di Amerika Serikat dan dalam proses pembangunan di Belgia. Kami berharap dalam waktu dekat dapat hadir di Asia, terutama Indonesia. Sekarang hanya bagaimana kita semua bersinergi menyambut teknologi tersebut ketika hadir nantinya," tandasnya.

Penulis
: Antara
Editor
: Nata

Tag: