jaringberita.com -Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Secara kumulatif di triwulan II-2022, mencapai Rp 84,5 triliun dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 32.850 orang. Pemerintah memastikan terus berbenah untuk meningkatkan daya tarik investor.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi investasi di KEK tidak lepas dari upaya perbaikan Pemerintah melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dengan melakukan perluasan kegiatan usaha.
Yaitu, jasa kesehatan dan pendidikan, pemberian insentif dan kemudahan, penataan kelembagaan, sampai sistem elektronik perizinan berusaha. Dan kegiatan pendukung melalui Online Single Submission (OSS).
“Dampak dari perbaikan tersebut dapat dilihat dari kemajuan yang pesat atas 4 KEK yang ditetapkan pada tahun 2021 atau setelah Undang-Undang Cipta Kerja hadir,” kata Airlangga dalam keterangannya seperti dikutip dari RM.id.
Keempat KEK itu yakni KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic di Batam Provinsi Kepulauan Riau, KEK Lido di Provinsi Jawa Barat, dan KEK Gresik di Jawa Timur.
Airlangga yang juga Ketua Dewan Nasional KEK mengatakan, keempat KEK tersebut dalam jangka waktu 1 tahun telah merealisasikan investasi sebesar Rp 29,1 triliun dan lapangan kerja baru sebanyak 9.746 orang.
Ke depan, potensi investasi di KEK akan terus ditingkatkan sehingga lapangan kerja baru dapat semakin diperluas. Dan, meningkatkan multiplier effect yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah.
“Dewan Nasional KEK berharap Kementerian Keuangan dapat me-review kembali bentuk, besaran, dan proses fasilitas yang diberikan KEK. Terutama untuk menghadapi persaingan global dan menarik investasi di Indonesia,” kata Airlangga.
Dijelaskannya, Dewan Nasional KEK juga telah mendorong implementasi Sistem Aplikasi KEK dalam pelayanan kepabeanan yang didukung oleh Indonesia National Single Window (INSW).
Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha untuk melakukan ekspor atau impor bahan baku. Serta pengeluaran barang ataupun produk ke dalam negeri.
“Sistem ini diharapkan didukung dengan pelayanan kepabeanan 24 jam dalam seminggu. Khususnya untuk beberapa KEK yang arus barang ekspor dan impornya cukup tinggi,” tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Airlangga juga mendorong badan usaha dan pelaku usaha untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan kemudahan di KEK. Terutama di bidang fiskal dalam merealisasikan investasi dan meningkatkan investasi baru.
Untuk itu, Airlangga berpesan, apabila terdapat tantangan, hambatan, atau permasalahan, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian kegiatan-kegiatan tersebut.
“Kami ingin mempercepat realisasi investasi, perluasan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif kepada daerah. Dan dapat mendorong investasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Airlangga.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, beberapa KEK sudah berhasil mendorong investor masuk ke kawasan tersebut dengan dukungan insentif investasi yang diberikan oleh Pemerintah.
“Namun, kita tidak bisa memukul rata pencapaian dari satu KEK dengan KEK yang lain, khususnya yang di luar Jawa, seperti Sorong,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka.
Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah harus mendorong pembangunan infrastruktur di daerah luar Jawa yang memiliki KEK.
Selain itu, Pemerintah bisa memberikan insentif yang relatif lebih besar. Terutama untuk kawasan ekonomi khusus di luar Jawa untuk mendorong investor masuk.
“Dengan begitu, KEK di luar Jawa bisa berkembang sama baiknya dengan kawasan di pulau Jawa,” pungkas Yusuf.