Pangdam I/BB Ingatkan Segenap Komponen Bangsa Harus Terlibat Saat Terjadinya Bencana


Pangdam I/BB Ingatkan Segenap Komponen Bangsa Harus Terlibat Saat Terjadinya Bencana
Istimewa
jaringberita.com - Medan: Penanganan bencana alam yang terjadi di Indonesia, baik rekonstruksi dan rehabilitasi, Sesuai UU RI No 24 Tahun 2007 harus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan segenap komponen, baik TNI, Polri, Pemda, BPBD, Basarnas maupun masyarakat.

Hal ini disampaikan Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin melalui Asisten Operasi Kasdam I/BB Kolonel Inf Hindratno Devidanto saat membuka Bimtek Nasional aparatur desa se- Kabupaten Aceh Utara tentang siaga bencana alam dan non alam, di Hotel Danau Toba Internasional Medan, Sabtu (20/8/2022).

"Bahwa dalam penanganan bencana alam akan sangat membantu, bila aparatur desa itu bisa sigap dan tanggap untuk bersama-sama menanggulangi dampak bencana baik alam maupun non alam," ungkapnya.

Hindratno menjelaskan, seperti yang diketahui, bahwa Indonesia berada lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik yang rawan gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi. Belum lagi Indonesia punya dua musim, yakni musim hujan yang rawan banjir dan musim kemarau yang rawan akan kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu saat ini, sambungnya, Kodam I/BB telah mempunyai pasukan reaksi cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) yang bertugas mengatasi dampak bencana alam yang terjadi, gakni dengan melakukan kegiatan proses evakuasi dan hospitalisasi serta penyaluran dan pendistribusian logistik secara cepat dan tepat guna selama tanggap darurat.

*Agar jalannya roda pemerintahan yang mengalami bencana segera dapat normal kembali," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Hijau Institute Ismunazar menyampaikan rasa terimakasih dan dukungan Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin sehingga Bimtek tentang siaga bencana alam dan non alam ini bisa berjalan baik dan lancar.

"Semoga aparatur desa se-Kabupaten Aceh Utara mampu mengatasi bencana alam dan non alam dengan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dan Pemda agar dapat meminimalisir jatuh korban saat terjadi bencana di wilayahnya," tandasnya.

Dalam pelaksanaan Bimtek Nasional aparatur desa se-Kabupaten Aceh Utara tentang siaga bencana alam dan non alam, untuk para peserta Kecamatan Matang Kuli ada 49 Desa dan Kecamatan Tirak Timur ada 23 Desa dengan total seluruhnya ada 149 peserta.

Hadir juga, Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam I/BB Kolonel Arh Toto Raharjo, Penasehat Hijau Institute Teuku Hidayatudin, Ketua Pelaksana Bimtek Musliadai Buloh, Camat Pirak Timur Aceh Utara, Camat Matangkuli Aceh Utara, Ketua Forum Kades Aceh Utara, Ketua Forum Sekdes Aceh Utara dan Seluruh Aparatur Desa Kecamatan Matangkuli dan Kecamatan Pirak Timur Kabupaten Aceh Utara.

Penulis
: izl
Editor
: Nata

Tag: