jaringberita.com, Taput:Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad pria yang hilang di Sungai Parhasioran Aek Sidoras Kec. Siborong-borong Kab. Tapanuli Utara sejak 4 hari lalu. Jasad korban bernama Johan Lumbantoruan ( 32 ) warga Desa Sigumbang Kecamatan Siborongborong Kabupaten Taput ditemukan pada Selasa (30/8) pagi.
Kondisi medan yang terjal dan sempitnya sungai serta sulit dijangkau kendaraan, menjadi kendala dikarenakan tim tidak dapat menurunkan perahu rafting untuk menyusuri sepanjang aliran sungai, sehingga diputuskan Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan cara Scouting darat yaitu melakukan penyisiran disepanjang kiri dan kanan tepi sungai menuju hilir dengan cara berjalan kaki.
" Setelah pencarian dihari pertama kita lakukan tidak membutuhkan hasil, akhirnya pagi ini kita lanjutkan dengan metode yang sama yaitu melakukan pencarian dengan cara berjalan kaki di sepanjang tepi sungai, dengan mengarahkan semua Kekuatan Tim SAR Gabungan yang terlibat dan juga masyarakat setempat, akhirnya sekitar pukul 09.00 wib pagi tadi, Tim SAR Gabungan menemukan korban berada diantara himpitan batu yang berada di sungai dengan kedalaman sekitar 20 meter berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian pertama," ucap Koordinator Pos SAR Parapat Danau Toba, Hisar Turnip.
Hisar mengatakan sempitnya ruang himpitan bebatuan sekitar penemuan menjadi salah satu kendala yang dihadapi tim di lapangan sehingga membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam hingga akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban.
"Jasad korban langsung diserahkan ke rumah duka," tutup Hisar.
Diketahui, korban pergi dari rumah tujuan keladang dengan mengenderai sepeda motornya pada hari Sabtu ( 27/8 ) sekira pukul 15.00 wib. Setelah korban tiba di ladangnya, Lalu memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan dan korban pun bekerja. Di dekat ladangnya ada sungai Sidoras yang airnya mengalir deras.
Menurut keterangan salah seorang saksi yaitu Magdalena Sihombing ( 54) warga Dusun Parasioran Desa Sigumbang Kecamatan Siborongborong menjelaskan, dia curiga karena hingga hari Minggu (28/8/2022) sepeda motor korban tetap parkir di jalan tersebut.
Hingga hari Senin (29/8) korban tidak kembali sehingga orang tua korban melakukan pencarian bersama dengan masyarakat sekitar ladangnnya dan juga kepala desa.