“Kejadiannya hari sabtu malam di rumahnya. Katanya ada masalah cemburu sama anak saya. Saya tanyak sama cucu, ayah kenapa? Dia bilang ayah habis minum bawa pisau mau mukulin bunda,” kata Miswati, orang tua korban saat ditemui di Puskesmas Air Joman, seperti dilansir detik.
Miswati mengatakan, sepengetahuannya menantunya itu merupakan orang yang kasar. Keluarga, kata dia, sudah berulang kali menasehati pelaku namun sikapnya yang kasar dan sering menganiaya istrinya itu kerap dilakukan.
“Dia itu kerja melaut. Kalau anak saya ini kerja di kota. Cemburunya kenapa enggak jelas. Setahu saya dia sudah sering memukul istrinya seperti ini. Paling parah yang ini, anak saya mau digorok. Cuma karena dia mengelak, kena bagian dagunya, ” kata dia.
Miswati juga mengatakan, kedua cucunya yang masih berusia 8 dan 3 tahun sampai trauma sejak kejadian tersebut. Ia menyebut jika mendengar suara sepeda motor mirip kendaraan yang dipakai ayahnya kedua cucunya kerap merasakan ketakutan.
“Belum ada bikin laporan kami. Masih menunggu seperti apa bentuk pertanggungjawabannya,” kata dia. Kejadian kekerasan dalam rumah tangga tersebut dibenarkan oleh Kepala Lingkungan VII, Dodi Surianto.
“Saya tahunya belakangan dari warga. Memang ada keributan di situ dilakukan suaminya. Di lokasi ada pisau cutter juga saya foto,” kata dia.
Kanit Reskrim Polsek Air Joman, dikonfirmasi wartawan telah mengetahui hal tersebut namun pihaknya belum menerima laporan dari keluarga korban.
“Ada informasi sampai ke kami. Ini kami akan menemui korban dan menyarankan untuk membuat laporan,” kata dia dikutif dari bersamanewstv.