jaringberita.com -Pertarungan Prancis kontra Maroko di babak semifinal Piala Dunia 2022 Qatar bakal menarik dan tegang. Pasalnya, Tim Ayam Jantan yang berstatus juara bertahan tidak mau anggap remeh Maroko yang sudah mengalahkan tim-tim kuat.
Rupanya pertemuan kedua tim ini sudah diprediksi oleh striker Timnas Prancis, Kylian Mbappe. Mbappe mengungkapkan, sejak awal, dirinya yakin akan bertemu Achraf Hakimi, rekan setimnya di Paris Saint-Germain (PSG), yang menjadi salah satu andalan Timnas Maroko.
Dalam sebuah klip yang direkam Januari silam, Mbappe mengatakan: “Kami berada di sini, di Education City Stadium, 40.000 suporter akan berada di sini. Prancis, Tunisia, saya harap kami akan menang dan setelahnya, kami akan menghadapi Maroko. Saya harus menaklukkan sahabat saya Hakimi. Itu akan sedikit bikin saya patah hati, tapi inilah sepak bola. Saya harus mengalahkannya,” sambungnya.
Hakimi merespons pernyataan Mbappe dengan mengatakan: “Saya akan menendang dia (Mbappe)! Prediksi Mbappe itu ternyata bukan isapan jempol,” katanya.
Di Piala Dunia 2022, Prancis akan bertemu dengan Maroko di semifinal. Pertemuan Prancis versus Maroko ini akan membuat Mbappe akan berhadapan langsung dengan Hakimi. Pasalnya, Mbappe yang kerap beroperasi di sisi kiri penyerangan Les Bleus, akan dihadang Hakimi yang menjadi andalan menjaga sektor kanan pertahanan Atlas Lions, julukan Timnas Maroko.
Mbappe dan Hakimi dikenal sebagai sahabat. Dua bintang PSG ini sering menghabiskan waktu bersama. Mbappe bahkan menyempatkan mengunjungi Hakimi untuk memberinya semangat agar Maroko menang menghadapi Portugal di perempat final, di mana laga itu berakhir skor 1-0 untuk Atlas Lions.
Sementara itu, pelatih Maroko, Walid Regragui mengingatkan pada anak asuhnya agar tidak hanya Mbappe yang dikawal ketat tapi harus mematikan pergerakan pemain Prancis lainnya.
“Kami tidak akan membuat rencana untuk Mbappe karena Prancis tidak hanya dia. Kami mengetahui level permainan Antoine Griezmann, Olivier Giroud dan lain-lain,” jelasnya.
Di atas kertas, seperti dilansir dari RM.id, Prancis lebih diunggulkan dibanding Maroko. Namun, kesuksesan Hakim Ziyech dan kolege menembus semifinal dengan menyingkirkan tim-tim kuat seperti Belgia, Spanyol, dan Portugal menunjukkan Singa Atlas tidak bisa dipandang sebelah mata