jaringberita.com -Pertandingan match day pekan keempat
Liga Championsbergulir pekan ini. Duel menarik terjadi di Grup E.
AC Milan bakal menjamu
Chelseadi
San Siro, dini hari nanti.
Ini pertemuan leg kedua, tim berjulukRossoneriversusThe Bluesdalam fase grup Liga Champions 2022/2023. Pada leg pertama, AC Milan takluk 0-3 oleh Chelsea di Stamford Bridge pekan lalu.
Hasil itu membawa Chelsea ke peringkat kedua Grup E, sejajar dengan AC Milan yang berada di posisi ketiga. Sedangkan Red Bull Salzburg di puncak klasemen dengan nilai lima.
Di laga nanti, tentu sang tuan rumah membawa misi balas dendam dan membuktian kehebatannya di hadapan pendukungnya sendiri.
Pasukan Stefano Pioli itu membawa bekal positif jelang menjamu Chelsea. Bekal tersebut adalah kemenangan 2-0 atas Juventus di lanjutan laga Serie A Italia.
Di laga tersebut, Pioli mengubah pakem yang digunakan oleh tim, yakni pola 4-3-3.
“Kami memiliki sayap untuk melebarkan pertahanan mereka, tetapi juga lebih solid di tengah,” kata Pioli.
Pelatih berkepala plontos itu menyadari betul kekurangan timnya saat takluk di kandang The Blues. Menurut dia, anak asuhnya kehilangan bentuk permainan di London dan terlalu terintimidasi oleh kesalahan sendiri.
Alasan kami tidak melakukannya dengan baik di London karena kami tidak cukup agresif, dan kami membuat terlalu banyak kesalahan sendiri tanpa perlu Chelsea agresif dalam menekan kami,” ujar Pioli.
Sebenarnya banyak pemain AC Milan yang mengalami cedera dan harus absen. Namun, Pioli merasa itu bukan alasan. Dia berharap, hasil ini dapat menjadi motivasi untuk bangkit.
“Pemain yang absen tidak penting. Tetapi, skuad ini begitu kecewa dan marah, karena tidak menampilkan performa terbaiknya. Tetapi, itu akan memotivasi kami di masa depan,” tuturnya.
Pioli tak menampik kekalahan yang ditelan oleh Rossoneri ini begitu mengecewakan. Meski begitu, dia yakin kekalahan itu akan membantu AC Milan untuk berkembang.
Kekalahan itu akan membantu kami berkembang dan menemukan tekad yang lebih besar serta berkonsentrasi,” katanya.
Pelatih Chelsea, Graham Potter membeberkan rahasia kemenangan timnya atas AC Milan di pertemuan pertama. Menurutnya, hasil ini tidak terlepas dari kemampuan para pemain mengatasi tekanan.
Tiga gol The Blues disumbangan Wesley Fofana pada menit ke-24,Pierre-Emerick Aubameyangdi menit ke-56 dan Reece James di menit ke-61.
Potter merasa pasukan polesannya mampu menampilkan performa yang telah diinstruksikan sebelum laga dimulai.
Juru taktik asal Inggris itu juga mengapresiasi para pemainnya yang tampil ngotot di laga kali ini.
“Seperti yang sudah saya katakan, kami harus bermain dengan baik dan menampilkan sikap yang bagus. Saya pikir para pemain mampu melakukannya dengan fantastis,” kata Potter.
Walau demikian, bukan berarti permainan Chelsea sempurna. Potter menyadari jika permainan timnya pada lima menit pertama sedikit lambat. Beruntung, Chelsea langsung bangkit dan mendominasi laga.
Saya pikir kami memulai laga dengan sedikit gugup untuk lima menit pertama. Kemungkinan hal itu jadi pemicu bagi kami bermain baik. Setelah itu, bisa terlihat dari permainan skuad, kami mengendalikan laga dan memberi ancaman,” tuturnya.
Dilansir dari RM. id, sejumlah pemain andalan seperti Reece James, Raheem Sterling, Aubameyang, Ben Chilwell hingga Thiago Silva disimpan untuk lawatan ke markas AC Milan.
“Kami harus mengambil setiap situasi sendiri, tetapi jika kami bermain tiga pertandingan seminggu dan dengan dua hari untuk pulih, Anda harus membuat keputusan seputar pemain baru dan pemain yang bertekad untuk bermain,” tutur Potter.
Masih di Grup E, pada saat bersamaan FC Salzburg bertekad mempertahankan posisinya di puncak klasemen saat bertemu Dinamo Zagreb, dini hari ini