Sabtu, 29 Agustus 2026

Dugaan Pelanggaran HAM Pekerja Migran, Piala Dunia 2022 Terus Tuai Kritik

- Sabtu, 05 November 2022 20:00 WIB
Dugaan Pelanggaran HAM Pekerja Migran, Piala Dunia 2022 Terus Tuai Kritik
Net
Ilustrasi

jaringberita.com - Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 terus mendapat kritik dari sejumlah pihak. Terbaru, Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesti Internasional, Steve Cockburn mengecam keras sikap Presiden FIFA, Gianni Infantino dalam menerima kritikan jelang Piala Dunia 2022.


Dilansir dari Okezone, dia ingin Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) serius menangani dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) selama persiapan ajang empat tahunan tersebut. Sebagaimana diketahui, ribuan hak tenaga kerja migran diduga terabaikan selama masa pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2022.

Baca Juga:

Bahkan dilaporkan, banyak pekerja konstruksi yang meregang nyawa karena tuntutan jam kerja non stop di bawah cuaca panas Qatar. Selain itu, ditunjuknya Qatar sebagai tuan rumah memang ditentang banyak pihak sedari awal.

Jadwal turnamen yang berdekatan dengan liga domestik dinilai membuat para pemain kelelahan. Maka dari itu, gelombang kritik besar-besaran tertuju pada gelaran Piala Dunia 2022.

Baca Juga:

Namun kemudian, Gianni Infantino melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia meminta publik untuk hanya berfokus pada sepakbola alih-alih membicarakan hal lain.

Amnesti Internasional melalui Steve Cockburn geram dengan pernyataan itu. Ia lantas mengecam keras pernyataan Presiden FIFA tersebut.

“Jika Gianni Infantino ingin dunia 'fokus pada sepakbola', ada solusi sederhana, FIFA bisa mulai menangani masalah HAM yang serius dari pada menyembunyikannya di bawah karpet,” kata Steve Cockburn dilansir Mirror, Sabtu (5/11/2022).

"Langkah pertama adalah komitmen publik untuk pembentukan dana kompensasi pekerja migran sebelum turnamen dimulai. Sungguh mengherankan mereka masih belum melakukannya,” sambungnya.

Steve Cockburn juga mengutuk tindakan FIFA yang sampai saat ini masih belum transparan soal hak para pekerja migran. Menurutnya, gelaran Piala Dunia 2022 lahir di atas penderitaan pekerja migran.

“Infantino benar untuk mengatakan bahwa ‘sepakbola tidak ada dalam ruang hampa’. Ratusan ribu pekerja telah menghadapi pelanggaran untuk membuat turnamen ini mungkin dan hak-hak mereka tidak dapat dilupakan atau diberhentikan,” tuturnya.

“Mereka layak mendapatkan keadilan dan kompensasi, bukan kata-kata kosong sampai waktu hampir habis,” tandasnya.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Labusel Sampaikan Terima Kasih kepada Pendukung Tugas Polri
Hari Bhayangkara ke-79, Komnas HAM Dorong Polri Makin Kuat dan Beri Pelayanan Tanpa Diskriminasi
79 Tahun Bhayangkara, Muhammadiyah Berharap Polri Selalu Menjadi Pelindung Masyarakat
Bhara Daksa 91 Gelar Halalbihalal, Kapolri Ajak Alumni Jaga Kekompakan dan Terus Mengabdi kepada Negara
Muhamadiyah Beri Dukungan Polres Tanjung Priok Jaga Kamtibmas dan Kegiatan Keagamaan
Polri Ungkap Kasus Penipuan Trading Saham dan Kripto, Kerugian Capai Rp 105 Miliar
komentar
beritaTerbaru