Sosok Bapak Patah Hati Didi Kempot Tampil di Google Doodle


Sosok Bapak Patah Hati Didi Kempot Tampil di Google Doodle
Istimewa
Didi Kempot tampil di Google Doodle
jaringberita.com - Sosok Didi Kempot menghiasi Google Doodle, Minggu (26/2/2023) dini hari ini.

Menurut google, hal ini dilakukan untuk mengenang pria yang memiliki nama asli Didik Prasetyo tersebut.

"Doodle hari ini mengenang musisi Indonesia Didi Kempot, yang dikenal sebagai "Bapak Patah Hati" karena telah menulis lebih dari 700 lagu campursari sedih dalam bahasa Jawa selama lebih dari 30 tahun karirnya," tulis Google.

Seperti diketahui, Didi Kempot adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut dari Surakarta dan berasal dari keluarga seniman.

Ayahnya, Hadi Suranto (Ranto Edi Gudel) adalah pemain ketoprak yang berasal dari Kota Surakarta. Sedangkan ibunya Umiyati Siti Nurjanah adalah pesindhen yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kemudian kakaknya adalah Lilik Subagyo meski urang aktif di dunia seni dan Mamiek Prakoso yang merupakan pelawak Srimulat. Sedangkan adiknya, Eko Gudel adalah seorang pemain ketoprak serta penari latar dalam video-video musik Didi Kempot.

Didi Kempot memulai karirnya pada tahun 1984 sebagai musisi jalanan. Dengan alat musik ukulele dan kendhang, dia mulai mengamen di kota kelahirannya, Surakarta, selama tiga tahun.

Pada tahu 1987, Didi Kempot memulai karirnya di Jakarta. Ia pun kerap berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senin.

Dari situ, terbentuk julukan "Kempot" yang merupakan kependekan dari "Kelompok Pengamen Trotoar" yang menjadi nama panggungnya hingga saat ini.

Selanjutnya pada tahun 1993, Didi Kempot mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname. Lagu "Cidro" yang dibawakan sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal di Suriname.

Setelah Suriname, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul "Layang Kangen" di Rotterdam, Belanda.

Kemudian, Didi Kempot pulang ke Indonesia pada 1998 untuk memulai kembali profesinya sebagai musisi. Tak lama setelah pulang kampung pada awal era reformasi, ia mengeluarkan lagu berjudul "Stasiun Balapan".

Kembalinya Didi Kempot ke Indonesia ternyata membuat karirnya semakin populer. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya lagu-lagu baru di awal 2000-an.

Didi Kempot kembali terkenal setelah mengeluarkan lagu berjudul "Kalung Emas" pada 2013 dan "Suket Teki" pada 2016. Lagu tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dari warga Indonesia.

Didi Kempot pun meninggal dunia pada 5 Mei 2020 pukul 07.45 WIB dalam usia 53 tahun di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta akibat henti jantung.

Jenazah Didi Kempot dimakamkan pada hari itu juga pada pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Astana Jatisari Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi yang berdekatan dengan makam anak sulungnya.

Editor
: Nata

Tag: