jaringberita.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemiskinan ekstrem harus menjadi 0 persen saat 2024 mendatang.
Saat ini, sebut dia kemiskinan ekstrem di Indonesia masih diangka dua persen dan 14 provinsi berada di atas angka nasional.
"Pemerintah menargetkan, pada tahun 2024 nanti, kemiskinan ekstrem ini harus 0 persen! Target yang tidak mudah," tulisnya di Instagram, Selasa (17/1/2023).
Oleh karena itu, Jokowi meminta segenap pimpinan daerah untuk bekerja keras menurunkan angka kemiskinan ekstrem ini. Meski begitu, Jokowi tidak menyebutkan daerah mana yang masuk ke dalam daftar kemiskinan ekstrem tersebut.
"Seluruh pemerintah daerah sudah tahu apa yang harus dilakukan, intervensi apa yang harus dilaksanakan, targetnya siapa dan sasarannya siapa. Sudah ada semuanya," sambungnya.
Selain itu, Jokowi juga meminta agar para kepala daerah bisa menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting di daerah masing-masing.
Dia memaparkan, angka stunting secara nasional saat ini terus mengalami penurunan dari 37 persen pada tahun 2014 menjadi 24 persen pada 2021, dan diperkirakan 21 persen pada 2022.
Kendati begitu, tambah Jokowi, target di bawah 14 persen pada 2024 harus bisa tercapai. Menurutnya capaian ini penting, terutama saat puncak bonus demografi nanti.
"Hal ini penting mengingat Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030-2035 sehingga pengembangan sumber daya manusia harus terus dioptimalkan," pungkasnya.