jaringberita.com -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada 2023 dengan skema normal dan target capaian hingga 1 juta penerima.
Kata ketua Umum Partai Golkar itu, semuanya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2022, yang aturan pelaksanaannya tertera pada Permenko Perekonomian Nomor 17 Tahun 2022.
Implementasi ini akan menyasar sejumlah bidang pelatihan keterampilan tertentu yang paling dibutuhkan di masa kini dan mendatang. Yakni, merujuk pada berbagai kajian mengenai pasar kerja mendatang dalam Indonesia’s Critical Occupation List, Indonesia’s Occupational Tasks and Skills, Studi World Economic Forum “Future Job Report”, serta Riset Indonesia Online Vacancy Outlook.
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Muhammad Hanri mengatakan, kemampuan terkait literasi digital sangat perlu dikembangkan dalam Program Kartu Prakerja.
Hanri mengatakan, dari beberapa kajian LPEM bisa disimpulkan literasi digital sangat perlu dikembangkan. Terlebih, untuk UMKM ya pemasaran, penjualan, sampai tata usaha digital. Itu akan punya efek positif untuk scaling up usaha mereka.
Menurutnya, menangapi kartu peluncuran tersebut, hal itu juga terkait dengan pekerja bidang industri kreatif dan generasi pekerja sekarang yang cenderung lebih dinamis. Apalagi dengan preferensi pekerjaan generasi Z saat ini yang cenderung lebih dinamis dibanding generasi pendahulunya.
Kartu Prakerja juga perlu berpegang pada sistem pemantauan keterampilan yang menyelaraskan program pendidikan dan keterampilan terhadap tuntutan dunia usaha dan dunia industri. Hal itu bisa memanfaatkan Critical Occupation List (COL) atau Daftar Pekerjaan Kritis di Indonesia.
Katanya, jenis pelatihan juga dipastikan disesuaikan dengan critical occupation list. Dan sistem kemitraan dengan swasta juga diperluas. Untuk memastikan peserta terserap dengan baik setelah mengambil pelatihan.
Hanri menyampaikan catatan terkait pelaksanaan Kartu Prakerja 2022. Menurutnya, tantangan ke depan adalah mengubah cara pandang peserta bahwa Kartu Prakerja bukanlah program bantuan sosial (bansos).
Katanya, kalau pelaksanaan 2022 sudah bagus, namun tantangan untuk 2023 bagaimana mengubah paradigma prakerja yang dulunya seperti bansos, menjadi bukan lagi bansos. Meski tetap ada bantuan yang akan diterima peserta.
Selain itu, seperti dilansir rm.id, cakupan Kartu Prakerja juga patut diperluas, mengingat pelaksanaan dengan skema normal.