NasDem Korban Gorengan Hoax

Diterpa Isu Kader Rame-rame Mundur

NasDem Korban Gorengan Hoax
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Willy Aditya.

jaringberita.com -Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengaku menjadi sasaran tembak lawan-lawan politiknya usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Sejumlah kadernya yang mundur karena keberatan dengan keputusan itu menjadi pemicunya.

Menanggapi sejumlah kader yang mundur ini, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Willy Aditya tak menampik, memang ada kader yang mundur, tapi jumlahnya sedikit.

“Akhirnya yang sedikit itu jadi bunyian-bunyian, gorengan-gorengan sampai gosong orang yang tidak suka saja,” tutur Willy dalam pesannya.

Ditegaskan Willy, kader mun­dur karena tak sepakat dengan keputusan partai, adalah hal yang biasa dalam internal partai politik. “Ini biasa saja dan keniscayaan. Jadi nggak biasa karena digoreng itu,” tegasnya.

Willy menyakinkan, sejumlah penilaian dan survei yang menyebut suara partai besutan Surya Paloh ini ambles, tidak berdasar.

Sebab, melalui informasi dan data yang diterimanya, usai pencalonan Anies secara statistik grafik NasDem mengalami lom­patan yang luar biasa.

“Misalnya di sosial media, respons positif publik naik secara signifikan. Mengalahkan yang negatif,” tuturnya.

Ditegaskan, NasDem akan bertindak di jalur hukum jika ada yang sengaja mengumbar kebohongan dengan memanfaat­kan momentum deklarasi Anies. Terutama soal narasi dibumbui video kader NasDem ramai-ramai mundur.

Diungkapkan, portal media hingga akun Twitter yang menyebarkan narasi, kader NasDem yang mundur pasca deklarasi Anies jumlahnya tak sedikit.

Setelah ditelusuri, video itu berasal dari peristiwa tahun 2013. Padahal NasDem deklarasi Oktober 2022. “Kami akan tegas. Berbeda itu boleh. Yang tidak boleh adalah politik kebencian, politik fake news dan hoaks,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran seperti dilansir RM.id, narasi massifnya kader NasDem mundur dibumbui dengan video, me­mang menyebar luas di media sosial.

Berita hoaks ini salah satunya di-posting lewat akun Twitter dengan nama pengguna @FirzaHusain. Akun ini me­nyebut, banyak kader NasDem Kalimantan Timur yang mengundurkan diri setelah deklar­asi Anies Baswedan.

“Gelombang pengunduran diri pengurus kader NasDem belum surut. Di Kalimantan, ketua, pengurus dan kader DPW Partai NasDem, ramai-ramai mengundurkan diri. Mereka mencopot, mengembalikan KTA dan membakar atribut partai sebagai bentuk kekesalan,” tulis­nya menyematkan video.

Usut punya usut, video itu memang benar adanya. Namun, itu kejadian sudah lama. Kader NasDem yang ada dalam video itu, kecewa dengan keputusan menonaktifkan Hamdani HB sebagai Ketua DPW Partai NasDem Kalteng saat 2013.

Diketahui, setelah NasDem mencapreskan Anies, sejumlah kadernya mengundurkan diri. Salah satunya, Niluh Djelantik, yang sebelumnya Ketua DPP Partai NasDem. Niluh memastikan tidak ada dalam dirinya membenci secara personal kepada Anies.

Niluh masih teringat luka dari kontestasi Pilkada DKI 2017. Anies, katanya, meninggalkan polarisasi politik cukup besar. Dia masih ingat dirinya bersama sejumlah orang mendirikan rela­wan Teman Ahok, yang meru­pakan lawan Anies Baswedan di Pilkada DKI 2017.

“Ini jauh sebelum saya memutuskan masuk partai politik, bahwa saat itu saya berjuang untuk Pak Ahok all out, kami menjadi bagian Teman Ahok,” kata perempuan asal Bali

Kader NasDem lainnya, Andreas Acui Simanjaya dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kalimantan Barat (Kalbar) mengatakan, keputusannya keluar dari NasDem ini setelah mendengarkan masu­kan-masukan dari akar rumput. “Teman akar rumput tidak bisa beri dukungan kepada saya di masa mendatang, apabila kepu­tusan Partai NasDem teryata ber­beda dengan harapan mereka,” kata Andreas.

Selanjutnya, seorang kader di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bernama Agus Riyanto. Agus sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Jekulo.

Alasan Agus, ada gejolak batin ketika harus mendukung seseorang yang secara ideologi berbeda. Dia juga belum melihat kapasitas Anies sebagai seorang pemimpin.

Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Supriyanto mengakui, menghormati keputusan kadernya itu. “Kami tidak mempermasalahkan. Segera kami akan mencari penggantinya,” ujarnya sembari menambahkan, lebih banyak relawan Anies yang hendak bergabung dengan Partai NasDem.

Serupa, Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan, Afif Abdillah, mengklaim mulai merasakan efek deklarasi Anies sebagai calon presiden. Banyak masyarakat berminat un­tuk mendaftar menjadi kader NasDem.

“Ini keputusan yang membuat kami bersemangat. Di internal DPD NasDem Kota Medan, sampai sekarang tidak ada suara-suara yang menyatakan tidak setuju dan mundur,” pungkas­nya.


Tag: