Edaran Natal Menteri Agama: Kapasitas Gereja 100 Persen, Jangan Pawai


Edaran Natal Menteri Agama: Kapasitas Gereja 100 Persen, Jangan Pawai
Menteri Agama Yaqut keluarkan surat edaran Natal 2022. ANTARA FOTO

jaringberita.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2022 tertanggal 19 Desember 2022 terkait Perayaan Natal Tahun 2022 pada masa pandemi Covid-19.

Edaran ini mengatur di antaranya pelaksanaan ibadah Natal secara luring bisa dihadiri jemaah maksimal 100 persen dari kapasitas ruangan gereja dan diimbau tak melakukan arak-arakan atau pawai.

"Jumlah jemaah yang mengikuti kegiatan ibadah dalam Perayaan Natal Tahun 2022 secara luring maksimal 100 persen dari kapasitas ruangan. Pelaksanaannya tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (20/11).

Apabila jemaah melebihi kapasitas maksimal 100 persen, panitia bisa menambah kapasitas ruangan ibadah/jumlah jemaah dengan memanfaatkan ruang permanen yang telah ada di luar bangunan utama gereja tapi berada di dalam kompleks gereja.

Penambahan kapasitas ruangan ibadah/jumlah jemaah dengan menggunakan perlengkapan tambahan berupa tenda atau bentuk lain disesuaikan dengan batas maksimal area yang ditempati dan berada di dalam kompleks gereja.

"Penambahan kapasitas ruangan ibadah/jumlah jemaah di luar kompleks gereja dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Kepolisian wilayah setempat dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat," kata Anna.

Sementara itu, Plt. Dirjen Bimas Katolik A.M. Adiyarto Sumardjono menilai aturan ini diterbitkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan Perayaan Natal Tahun 2022 serta mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Edaran ini sebagai bagian dan concern Pak Menteri Agama agar hak-hak beribadah umat Kristiani tetap terpenuhi dan proses ibadah Natal bisa berjalan aman dan nyaman," ujarnya.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: