Kamis, 13 Agustus 2026

BNPB Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Bencana saat Mudik Lebaran

- Sabtu, 08 April 2023 03:00 WIB
BNPB Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Bencana saat Mudik Lebaran
Istimewa
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

jaringberita.com - Jelang arus mudik dan arus balik libur hari raya Idul Fitri 1444 H/2023 pada akhir bulan ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir kerugian moril dan materil akibat kejadian bencana.


Hal itu diungkapkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Idul Fitri 144H dan Antisipasinya yang dihelat di Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (6/4/2023).

Suharyanto mengatakan, ada potensi terjadi bencana hidrometeorologi basah dan kering saat periode mudik lebaran nanti.

“Berdasarkan hasil koordinasi yang menjadi tantangan yang besar yakni bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem,” ucapnya.

“Kebakaran hutan dan lahan juga mungkin akan terjadi di beberapa provinsi, hingga kini Riau dan Jambi sudah menetapkan status siaga darurat. BNPB mendukung peralatan pemadaman darat dan juga personelnya, kemudian menyiapkan helikopter di 6 provinsi prioritas dengan total 46 helikopter,” lanjutnya.

Adapun provinsi prioritas penanganan Karhutla yang dimaksud ialah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pada wilayah-wilayah tersebut telah disiapkan 13 helikopter patrol dan 33 helikopter water bombing.

BNPB dengan instansi terkait akan melakukan pencegahan bencana tersebut, salah satunya dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“TMC bisa dilakukan untuk memperkecil turunnya hujan dan memperbanyak hujan disesuaikan dengan penanganan bencananya. Untuk Karhutla TMC berguna mendatangkan hujan dan memadamkan api, untuk daerah yang berpotensi banjir dan tanah longsor dapat juga menggunakan TMC," jelasnya.

Langkah berikutnya, BNPB membuat peta rawan bencana untuk wilayah pulau Sumatra, Jawa dan Bali bagi masyarakat yang ingin mudik.

“Mengeluarkan perta rawan bencana di Jawa, Bali dan Sumatra terkait bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ektrem,” ujarnya.

“Kemudian Bekerjasama dengan BPBD, kementerian, lembaga, Pemda, untuk memantau penyelengaraan mudik pada titik-titik yang akan menjadi penumpukan pemudik,” imbuhnya.

Dirinya berharap dengan langkah-langkah tersebut, pemudik dan masyarakat bisa bertemu dengan keluarga di kampung halamannya dengan naman dan nyaman.

“Mudah-mudahan dalam pelaksanaan mudik 2023 ini masyarakat terbebas dari bencana dan berjalan lancar,” pungkasnya.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Pantauan Udara, Komjen Dedi Ungkap Sejumlah Titik Rawan Arus Mudik 2025
Pantauan Udara, Irwasum Polri Ungkap Sejumlah Titik Rawan Arus Mudik 2025
Irwasum Polri Motivasi Anggota Operasi Ketupat 2025: Berikan Pelayanan Maksimal Untuk Pemudik
TNI Didesak Proses Pelaku Penyerangan Polres Tarakan Secara Terbuka, Baik Pidana dan Disiplin
TNI Didesak Proses Pelaku Penyerangan Polres Tarakan Secara Terbuka, Baik Pidana dan Disiplin
Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Geng Motor, Polsek Kampung Rakyat Gelar Patroli KRYD,
komentar
beritaTerbaru