Rabu, 26 Agustus 2026

Kemenkes Mulai Beri Antivirus Hepatitis B Bagi Ibu Hamil

- Sabtu, 14 Januari 2023 22:15 WIB
Kemenkes Mulai Beri Antivirus Hepatitis B Bagi Ibu Hamil
Net
Ilustrasi

jaringberita.com - Penularan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya menjadi penyebab terbesar penyakit hepatitis B di Indonesia.


Karena itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai memberi antivirus kepada ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat secara gratis.

"Tujuannya untuk mencegah transmisi penularan hepatitis B dari ibu hamil kepada bayinya selama masa kehamilan. Percontohan ini sudah bergulir sejak tahun 2022 dan akan diteruskan di tahun 2023," ungkap Kemenkes dikutip dari Instagram, Sabtu (14/1/2023).

Baca Juga:

Di awal tahun 2023 ini, Indonesia kembali memulai pemberian Antiviral Prophylaxis Tenofovir pada ibu hamil.

Imunisasi hepatitis ke bayi masih menyisakan 1-5% transmisi vertikal virus hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Dengan pemberian antiviral pada ibu hamil, maka kadar virus ini menjadi rendah dan tidak ditularkan ke bayi.

Baca Juga:

Berdasarkan data Riskesdas 2013 prevalensi hepatitis B secara umum sebesar 7,1%. Pada 2019 terdapat sekitar 820 ribu kematian akibat sirosis hati dan kanker hepatoselular (kanker hati) karena infeksi virus hepatitis B.

Bayi yang terinfeksi hepatitis B memiliki resiko lebih dari 90-95% berkembang menjadi hepatitis B kronik. Anak yang terinfeksi setelah usia 5 tahun jarang memiliki infeksi kronik <5%.

"Oleh karena itu transmisi vertikal atau dari orang tua ke anak berkontribusi sekitar 50% dan beban penyakit hepatitis B secara global," lanjut tulisan tersebut.

Menkes Gunawan Budi Sadikin telah mengeluarkan Surat Menteri Kesehatan nomo HK.01.07/MENKES/15/2023 tentang percontohan pemberian antivirus pada ibu hamil untuk pencegahan transmisi virus hepatitis B dari ibu ke anak.

Percontohan pemberian antivirus dilakukan dengan pemberian obat antivirus Tenovofir Disoproxil Fumarate kepada ibu hamil dengan HBsAg positif dengan kadar virus sama atau lebih dari 200.000 IU/mL (5,3 log10 IU/mL) atau dengan hepatitis B e-Antigen (HBeAg) positif selama trimester ketiga kehamilan sampai dengan 1 bulan setelah melahirkan.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Ancaman KKB di Papua, Belasan Nakes Nusantara Sehat Dievakuasi
Kemenkes Kembangkan Pengobatan Kanker Menggunakan Terapi Sinar Proton
1.600 Tenaga Kesehatan Dikerahkan Kawal Jemaah Haji di Kloter
Pemerintah Gencarkan Program Promotif dan Preventif Cegah Kanker
Kemenkes Buka 2 KKHI untuk Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji
Turunkan Angka Kematian Jemaah Haji, Kemenkes Siapkan Emergency Medical Team
komentar
beritaTerbaru