Rabu, 14 Oktober 2026

Bencana Hidrometeorologi Basah Terjang Wilayah Kendal

- Sabtu, 31 Desember 2022 19:30 WIB
Bencana Hidrometeorologi Basah Terjang Wilayah Kendal
Istimewa
Petugas melakukan evakuasi warga

jaringberita.com - Fenomena cuaca ekstrem menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (31/12/2022), pukul 03.00 WIB.


Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, sekitar pukul 12.00 WIB, genangan di beberapa titik sudah mulai berangsur surut.

Dia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menginformasikan sejumlah desa di 9 kecamatan terdampak banjir. Kesembilan kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Kendal, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Patebon, Weleri, Pegandon, Cepiring dan Rowosari.

"Sebaran desa paling banyak terdampak banjir di Kecamatan Kaliwungu, sebanyak 9 desa. Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kendal masih melakukan pendataan warga terdampak banjir," jelasnya.

Muhari menuturkan, tak hanya pemukiman yang tergenang banjir, BPBD setempat menyebutkan fasilitas umum dan sarana terdampak, antara lain kantor BPBD Kabupaten Kendal, lapas, puskesmas Patebon Dua, RSUD dr. Soewondo, kompleks pendopo Kendal dan SMK Negeri 4. Ketinggian muka air banjir berkisar antara 30 sampai 150 cm.

"Di sektor perumahan, rumah rusak sedang 1 unit dan rusak ringan 1 unit," jelasnya.

Selain banjir, ujar Muhari, wilayah Kendal juga mengalami angin kencang. Kejadian ini bersamaan saat hujan lebat menguyur Kabupaten Kendal dini hari tadi.

"Warga di sejumlah kecamatan merasakan kejadian tersebut, seperti di Kecamatan Rowosari, Weleri, Gemuh, Patean dan Kendal," terangnya.

Sementara itu, tanah longsor juga melanda satu desa, yaitu Desa Tirtomulyo, di Kecamatan Plantungan. Bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kendal ini mengakibatkan lebih dari 230 warganya mengungsi.

Data sementara yang dihimpun BPBD setempat menyebutkan di Desa Kebonadem ada 136 warga mengungsi. Mereka tersebar di masjid Baitul Muttaqin 114 jiwa dan MTS NU Al-Hidayah 12. Kemudian sebanyak 50 KK tercatat mengungsi di masjid Jami Baitusyukur, Desa Kumpulrejo.

"Beberapa warga masih didata untuk wilayah Desa Cepiring, sedangkan 55 warga lainnya mengungsi di musola Baitul Mu’minim, Desa Brangsong," pungkasnya.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Relokasi 65 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat
Yayasan Kemala Bhayangkari dan Polres Metro Bekasi Kota Ulurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bekasi
Polri Turunkan Tim SAR Brimob Cari Korban Longsor di Petungkriyono
As-SDM Kapolri dan Rombongan Hibur Anak-anak Korban Banjir Demak di Posko Trauma Healing
Alumni Akabri 1990 Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Demak
Polri Kirim Tim Kemanusiaan Bantu Korban Banjir Demak
komentar
beritaTerbaru