Rabu, 26 Agustus 2026

BKKBN: Pemahaman Stunting di Masyarakat Masih Rendah

- Selasa, 18 Oktober 2022 23:30 WIB
BKKBN: Pemahaman Stunting di Masyarakat Masih Rendah
Pixabay
Ilustrasi


Dia mengandaikan pemahaman mengenai stunting mirip seperti sosialisasi Keluarga Berencana (KB) pada tahun 1970-an yang membutuhkan upaya lebih banyak untuk mengubah pola pikir masyarakat.


"Samalah ini kita harus banyak tertatih-tatih, terutama harus memahamkan dulu stunting itu apa, bagaimana cara mencegah stunting, kemudian sampai akhirnya kita harus menjelaskan tentang hal-hal yang sifatnya teknis. Butuh waktu yang panjang,” katanya.

Baca Juga:


Dia juga mengatakan bahwa pemahaman tentang stunting dapat dikatakan masih relatif baru mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan standar terkait stunting pada 2007.


Hasto menyebutkan, WHO memberikan semacam toleransi apabila angka stunting suatu negara di bawah 20 persen maka sudah dianggap baik. Namun Presiden Joko Widodo pun memberikan target yang jauh lebih rendah, yaitu penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024.

Baca Juga:


"Saya memahami betul ini seperti zaman tahun 1973 (terkait program KB) yang mensosialisasikan dan mengubah mindset ‘banyak anak banyak rezeki’ menjadi ‘dua anak cukup’,” pungkasnya.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Program TJSL PLN Bidang Kesehatan Mampu Kurangi Stunting di Indonesia
Pemuda Turun Ke Desa Peduli Stunting dan Pendidikan di Kepulauan Nias
PASTI Polres Labuhanbatu, Strategi Pemolisian 4.0 dalam Pencegahan dan Antisipasi Stunting
Polres Labuhanbatu Gelar Kegiatan Peduli Stunting: Berikan Harapan untuk Anak-anak Pengidap Stunting
Kapolda Sumut Minta Jajaran Berkontribusi Tangani Masalah Stunting
Putra Putri Medan Sabet Duta GenRe Sumut 2023
komentar
beritaTerbaru