Gaji Kakek Sugiono di Film Dewasa, Ini Kisarannya


Gaji Kakek Sugiono di Film Dewasa, Ini Kisarannya
Twitter
Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono

jaringberita.com - Nama kakek Sugiono yang memili nama asli Shigeo Tokuda ini cukup dikenal di Indonesia. Tak sedikit pula yang penasaran dengan gajinya saatmain di film dewasa.

Dilansir dari Okelifestye, Sabtu (22/10/2022), kakek Sugiono merupakan seorang bintang film panas tertua di dunia. Bahkam dia pun mengawali kariernya di dunia film biru saat berusia 60 tahunan.

Sejauh ini, kakek Sugiono diketahui telah bermain di 300-400 film porno. Banyak orang yang menjadi penasaran mengenai biaya aktor film panas tersebut. Rupanya Segini Gaji Kakek Sugiono Main Film Dewasa.

Gaji kakek Sugiono dalam setiap film yang ia mainkan memang tidak pernah dipublikasikan secara terang-terangan. Namun, sejumlah sumber pernah menyebutkan bocoran gaji para aktris dan aktor film porno.

Kabarnya, setiap pemain film biru di industri film porno Jepang akan dibayar sesuai dengan kualifikasi yang berlaku dan juga tingkat popularitas pemain itu sendiri.

Melansir dari The Guardian, seorang aktor porno papan atas bisa dibayar sebanyak 1 juta yen untuk satu hari kerja. Jika dikonversikan dengan kurs yang berlaku saat ini yaitu sekitar Rp103 jutaan.

Sedangkan aktor lain mendekati 100.000 yen hingga 150.000 yen atau sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk satu kali produksi film.

Sementara itu, mantan aktris film panas Jepang bernama Emiri Okazaki pernah mengungkapkan besaran gaji dan kontrak para bintang porno. Menurutnya, ada dua jenis kontrak yang berlaku dan gaji aktor biasanya lebih rendah daripada aktris.

Yang pertama, aktris dan aktor akan ditawari kontrak bulanan dengan bayaran sekitar USD 10.000 hingga USD 100.000 perbulan atau sekitar Rp. 156 juta hingga Rp. 1,5 miliar.

Sedangkan kontrak yang kedua adalah per syuting film. Biasanya, satu kali syuting akan dihargai sebesar USD 2.000 hingga USD 6.000 atau setara dengan Rp31 juta hingga Rp93 juta.

Meski demikian, Emiri Okizawa mengatakan jika profesinya sangat berdampak buruk bagi kehidupan pribadi dan juga mentalnya.

Editor
: Nata

Tag: