jaringberita.com - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) identik dengan momen penuh kehangatan bersama keluarga. Momen ini juga, sering kali dilengkapi berbagai kudapan manis yang menggugah selera.
Namun terkadang mengonsumsi aneka makanan ataupun snack saat Nataru, melupakan diri untuk mengontrol asupan gula. Menurut dokter spesialis gizi klinik, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK bahwa gula diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu gula alami atau intrinsik dan gula tambahan.
bahaya makan gula berlebihan
"Gula yang dikonsumsi secara tidak terukur dapat membahayakan kesehatan. Selain memberikan efek kecanduan, konsumsi gula berlebih juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit," kata dr Juwalita dari RS Pondok Indah dalam keterangannya diterima MNC Portal, beberapa waktu lalu.
Buah dan susu salah satu sumber gula alami, sementara gula tambahan berasal dari makanan dan minuman ringan atau lainnya. Lantas penyakit apa saja yang bisa disebabkan, akibat konsumsi gula berlebihan, antara lain;
1. Karies gigi
Penyakit paling ringan yang terjadi, akibat konsumsi gula berlebih adalah munculnya karies gigi. Bakteri di dalam mulut akan mengubah kandungan gula dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi menjadi asam.
2. Obesitas
Asupan gula tambahan yang tinggi menyebabkan asupan energi menjadi berlebih, sehingga meningkatkan risiko Anda mengalami penambahan berat badan hingga obesitas.
3. Perlemakan hati
Perlemakan hati disebabkan oleh asupan gula tambahan jenis fruktosa yang berlebih. Ketika asupan fruktosa berlebih, maka hati mengubahnya menjadi lemak. Lemak tersebut akan membebani hati dan menyebabkan perlemakan hati.
4. Diabetes melitus
Konsumsi gula tambahan juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin ini akan menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat yang akhirnya memicu timbulnya diabetes melitus.