Senin, 24 Agustus 2026

5 Tren Kesehatan di Tahun 2023, Olahraga 'Snack' Hingga Plester Mulut

- Minggu, 29 Januari 2023 18:00 WIB
5 Tren Kesehatan di Tahun 2023, Olahraga 'Snack' Hingga Plester Mulut
Ada lima tren kesehatan yang populer pada 2023, dari olahraga 'snack', adaptogen hingga memplester mulut saat tidur. (Getty Images/iStockphoto).

jaringberita.com - Setiap pergantian tahun baru, kerap muncul pula tren kesehatan yang aneh dan luar biasa. Tak terkecuali pada tahun baru 2023 ini. Tren tersebut mulai dari olahraga 'snack' hingga adaptogen berupa jamur yang dikonsumi untuk menghilangkan stres.

Setidaknya, ada lima tren kesehatan itu disebut akan mendapat lebih banyak perhatian di 2023. Apakah tren kesehatan tersebut layak untuk dicoba atau tidak? Simak apa saja trennya:
1. Olahraga 'snack'
Olahraga ini merupakan aktivitas fisik berskala ringan yang baik untuk dilakukan. 'Snack' dikembangkan dari pelatihan interval intensitas tinggi (HIIT) dan pelatihan interval sprint (SIT). Aktivitas yang bisa berdurasi beberapa menit, bahkan hanya satu menit lamanya.
Olahraga berupa joging di tempat, jumping jack, squat, atau lunge bisa membantu. Begitu pun naik tangga, pekerjaan rumah tangga seperti menyedot debu, melakukan peregangan atau pose yoga, atau berjalan cepat saat istirahat, juga tergolong olahraga 'snack'.
Sebuah studi baru-baru ini melaporkan olahraga 'snack' sangat baik untuk kesehatan jantung. Mereka memotivasi kita untuk terus bergerak sepanjang hari, daripada duduk diam dan kemudian berolahraga di gym selama satu jam.
Orang yang cenderung hidup hingga usia 90-an atau lebih, melakukan olahraga teratur dan konsisten seperti ini. Mereka membangun hari-hari mereka dengan olahraga seperti sering berkebun, berjalan, dan bergerak.
Resiko terkena hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung akan semakin rendah jika banyak mengonsumsi olahraga ini.
2. Adaptogen
Bahan-bahan aktif yang ditemukan pada tumbuhan tertentu dapat membantu meningkatkan manfaat kesehatan dari makanan tersebut.
Bahan-bahan tersebut juga dapat membantu tubuh kita menghadapi tekanan dan ketegangan seperti kecemasan dan kelelahan. Asupan ini mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita dan membantu untuk pulih dari trauma.
Pada kunyit, misalnya, ada sifat anti-peradangannya yang kuat. Ginseng India memiliki efek positif pada metabolisme dan membantu otak merespons stres. Sementara ginseng Siberia dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Selain itu, adaptogen juga ditemukan pada jamur. Kopi jamur terdengar sangat aneh, tetapi adaptogen yang dikandungnya dapat membantu mengurangi stres dan peradangan.
Namun, penting mengkonsultasikan konsumsinya dengan dokter Anda terlebih dahulu.
3. Gerakan kesadaran untuk mencari tahu
Gerakan ini bukan tentang ketenangan, melainkan mengubah hubungan Anda dengan alkohol.
Anda dapat memilih minuman adaptogenik, seperti mocktail kopi jamur. Minuman ini mengandung koktail alternatif dari bahan herbal dan nabati, contohnya dari ginseng.
4. Plester mulut saat tidur
Menutup mulut saat tidur masih menjadi tren hingga saat ini. Melalui akun Instagramnya, aktris Hollywood Gwyneth Paltrow menyebut plester mulut sebagai satu-satunya alat kesehatan terbaik yang dia temukan baru-baru ini.
"Bernapas melalui hidung di malam hari tampaknya menciptakan alkalinitas dalam tubuh dan meningkatkan kualitas tidur terbaik," ujarnya.
Pernapasan hidung memiliki keunggulan dibandingkan pernapasan mulut. Pernapasan hidung membantu melembabkan dan menyaring udara yang Anda hirup lebih efektif daripada pernapasan mulut, dan ini membuat paru-paru bagian bawah Anda bekerja lebih baik.
Anda akan lebih rileks di malam hari dan tidur lebih nyenyak. Dengan menutup mulut dan bernapas menggunakan hidung bisa membantu menyaring alergen dan patogen sehingga menyaring penyakit.
Bahkan, cara inu mungkin membantu menurunkan tekanan darah. Pasalnya, ketika Anda bernapas melalui hidung, sinus Anda menghasilkan gas, oksida nitrat, yang mengalir dari saluran hidung ke paru-paru dan ke dalam darah sehingga dapat memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran.
Namun, hal Ini bukan untuk semua orang. Banyak dokter memperingatkan bahayanya.
Presiden American College of Chest Physicians David Schulman yang bukan pendukung praktik ini mengungkapkan alasan umum mengapa orang melakban mulutnya adalah untuk mengurangi dengkuran.
"Tidak banyak bukti bahwa itu benar-benar membantu sleep apnea Anda, atau kesehatan Anda," katanya.
5. Skykologi
Kegiatan memandang ke langit yang disebut 'skychology' adalah ungkapan yang diciptakan oleh pelatih psikologi positif Paul Conway dari Inggris. Aktivitas ini diprediksi akan meningkat pada 2023.
Conway di situs web Successful Humans-nya menyatakan bahwa menatap langit dapat menenangkan diri, berkontribusi pada pengalaman kesejahteraan, bentuk pengaturan emosional diri yang sangat efektif, meningkatkan rasa keterhubungan yang lebih besar dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada diri.
Selain itu, memandangi langit juga meniadakan efek 'adaptasi hedonis' - kecenderungan orang untuk segera kembali ke tingkat kebahagiaan yang relatif stabil meskipun ada peristiwa positif atau negatif besar atau perubahan hidup.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Olahraga Sore Hari Lebih Efektif Turunkan Kadar Gula Darah
Kadisbudporapar : Deli Serdang Gudangnya Atlet Berprestasi
Selamat! Raih Perunggu di Kamboja, Atlet Karate Pemkab Toba Dapat Bonus 15 Juta dari Bupati
8 Cabor Dipertandingkan pada Kejuaraan Cabang Olahraga Piala Wali Kota Medan 2023
Kokohkan Sinergitas, TNI dan Polri di Medan Olahraga Bersama
Sinergitas TNI-Polri, Kapolrestabes Medan Gelar Senam Bersama
komentar
beritaTerbaru