jaringberita.com - Mulai dari konten TikTok hingga tips yang diberikan kerabat, banyak sekali informasi tentang cara-cara yang perlu dilakukan jika ingin cepat hamil.
Padahal, tak semua informasi itu benar. Beberapa informasi tentang kehamilan yang beredar justru menyesatkan.
Dikutip dari CNN Indonesia, berikut mitos-mitos agar cepat hamil yang tak perlu dipercaya.
Mitos #1: Bercinta posisi misionaris membantu sperma mencapai sel telur
Konon, bercinta dalam posisi misionaris bisa meningkatkan peluang hamil. Apalagi jika disudahi dengan posisi telentang atau kedua kaki wanita yang diangkat lurus ke atas.
Namun, dokter spesialis kandungan Rachel Urrutia mengatakan bahwa posisi tersebut tak ada pengaruhnya terhadap peluang kehamilan.
Mengutip Insider, disebutkan bahwa setiap orang punya peluang hamil saat bercinta dengan beragam posisi. Hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan posisi tertentu dapat meningkatkan peluang hamil.
Mitos #2: Bisa cepat hamil jika berhubungan seks setiap hari
Banyak orang percaya bahwa dengan bercinta setiap hari, maka semakin besar pula kemungkinan untuk melakukan hubungan intim saat masa subur.
Namun, terlalu sering berhubungan seks juga akan menjadi sia-sia pada akhirnya.
Alih-alih setiap hari, Anda disarankan untuk menggunakan kalender kesuburan. Cobalah bercinta di saat masa subur. Menurut Center for Disease and Prevention Control (CDC), umumnya wanita berovulasi 2-3 minggu setelah hari pertama menstruasi.
Mitos #3: Orgasme membantu mempercepat proses kehamilan
Ilustrasi. Ada banyak mitos soal cara cepat hamil yang tersebar di tengah masyarakat. (iStockphoto)
Faktanya, orgasme tidak memengaruhi peluang untuk hamil. Teori bahwa orgasme membantu menarik sperma ke dalam rahim yang berkontraksi telah dibantah oleh penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara orgasme dan peluang hamil.
Mitos #4: Stres tak berpengaruh pada peluang hamil
Hingga saat ini, hubungan antara stres dan peluang hamil masih dieksplorasi. Kendati demikian, peneliti menemukan beberapa bukti bahwa dalam kondisi stres, wanita lebih sulit hamil.
Kendati demikian, tak jelas bagaimana stres bisa berdampak pada kesuburan. Yang jelas, para ahli sepakat bahwa menekan tingkat stres bisa meningkatkan peluang hamil.