jaringberita.com - Sebuah suku di Ethiopia memiliki standar ketampanan dari ukuran tubuh yang gemuk. Karenanya para pria yang merupakan suku Bodi atau Me’en yang tinggal di Lembah Omo, barat daya Ethiopia berlomba-lomba membesarkan tubuh untuk jadi yang tertampan.
Dilansir dari Okezone, Kamis (24/11/2022) sebagai suku agraris, suku Bodi mencari nafkah dengan menggembalakan ternak, dan membudidayakan berbagai tanaman di sepanjang tepian Sungai Omo.
Uniknya, yang paling terkenal dalam budaya mereka adalah perayaan Tahun Baru Bodi atau upacara Ka’el. Acara ini menampilkan sebuah kompetisi untuk pria-pria berbadan gemuk yang belum menikah sebagai kriteria tertampan dalam suku tersebut.
Setiap keluarga dapat menghadirkan kontestan yang mereka anggap layak untuk mengikuti kompetisi. Namun, menjadi gemuk merupakan sebuah tantangan besar. Pasalnya, para pria harus mempersiapkan diri selama enam bulan agar menciptakan tubuh yang benar-benar gemuk.
Tak hanya itu, mereka juga melakukan hal-hal unik untuk membuat tubuh mereka menjadi gemuk. Berikut kisahnya seperti dirangkum dari Earthly Mission.
Selama waktu enam bulan tersebut, mereka mengisolasi diri di dalam gubuk serta harus minum campuran darah dan susu dalam jumlah yang tidak masuk akal. Darah diperoleh dari sapi piaraan mereka. Namun, uniknya bukan dengan cara disembelih. Sapi akan dilukai dan mengalirkan darahnya ke dalam wadah kayu.
Mereka minum dua liter pertama saat matahari terbit, dan terus mengkonsumsinya sepanjang hari. Selain itu, karena suhunya yang panas, kontestan harus menenggak campuran tersebut sebelum menggumpal. Tak mudah untuk mengkonsumsi semangkuk besar darah dan susu, banyak pria yang memuntahkannya karena mereka tidak dapat meminumnya dengan kecepatan seperti itu.
Begitu tiba pada waktunya upacara, para pria akan menutupi tubuh mereka dengan tanah liat dan abu sebelum keluar dari gubuk mereka untuk berjalan-jalan ke tempat upacara akan berlangsung. Mereka juga mengenakan pakaian tradisional yang mencakup hiasan kepala yang terbuat dari kerang dan bulu, kalung manik-manik, dan gelang.
“Upacara selalu berlangsung di 4 desa Bodi yang berbeda. Setiap desa memiliki pemimpin suku mereka sendiri, untuk merayakan upacara Ka'el mereka. Upacara awal berlangsung di desa Hanna, dua lainnya terjadi di desa Gura, dan yang terakhir terjadi di desa Kulo,” kata Fitretu Getachew, pemandu lokal dan fotografer, seperti diwartakan Earthly Mission.