jaringberita.com -Mantan Menteri Keuangan InggrisRishi Sunak memenangi pemilihan Ketua Partai Konservatif yang berkuasa dan otomatis akan menjadi Perdana Menteri Inggris selanjutnya. Dirinya akan menggantikan Liz Truss yang beberapa waktu lalu memutuskan untuk mundur.
Adapun permasalahan yang harus segera diselesaikan Rishi Sunak adalah permasalahan ekonomi yang sedang mendera negara itu.
Inggris sedang meluncur ke garis kemiskinan dan publik merasakan dampaknya atau seperti yang dikatakan seorang menteri di kabinet, "Kita punya masalah yang sama seperti sebelumnya dan ditambah dengan krisis ekonomi."
Kekacauan yang diciptakan oleh pemerintahan Liz Truss yang hanya seumur jagung telah membuat Partai Konservatif atau Tory bagian dari masalah itu.
Keputusan-keputusannya, yang kemudian dengan cepat dibatalkan, telah menjadikan Inggris diperlakukan dengan brutal di berbagai bursa keuangan.
Liz Truss menjadi pencetak sejarah - tapi untuk alasan yang benar-benar salah.
Akan ada lebih banyak keluarga dan pengusaha yang hidup lebih susah dan banyak dari mereka akan menyalahkan Tory atas kesulitan keuangan yang menghadang nanti.
Sunak pun punya lebih sedikit dana untuk dialokasikan ke kepentingan umum. Badan Kesehatan Inggris, NHS, telah kehabisan uang, begitu pun banyak sektor jasa untuk lansia dan orang-orang dengan disabilitas. Sektor pendidikan kesusahan mengejar ketertinggalan setelah Covid.
Sektor transportasi melemah, ada pula masalah dengan pembangunan rumah-rumah. Belum lagi tantangan perubahan iklim dan ketersediaan energi. Daftar masalah ini bisa terus bertambah panjang.
Ada alasan mengapa Menteri Keuangan Jeremy Hunt mengatakan akan ada "keputusan-keputusan sulit". Pemotongan akan terjadi, dan bukan hanya karena tingkat inflasi sedang tinggi-tingginya.
Para pemimpin negara dengan masa jabatan tersingkat di dunia
Di luar Inggris, dukungan negara ini untuk Ukraina tak perlu dipertanyakan lagi - tapi sejauh ini tak ada yang bisa mengatakan, sampai kapan perang akan berlangsung, atau bagaimana akan berakhir.