jaringberita.com - Kabut ternyata adalah awan biasa yang kebetulan berada dekat dengan tanah dan bukannya tinggi di angkasa.
Jadi, bagaimana kabut bisa sampai dekat dengan tanah? Apakah angin kencang meniupkan awan dari langit ke permukaan Bumi?
Kabut sebenarnya terbentuk lewat proses ilmiah yang sama yang biasanya terjadi jauh di atas atmosfer untuk membentuk awan. Ketika proses itu terjadi, kita akan melihat kabut.
Pada dasarnya, kabut terbentuk ketika udara hangat bertemu dengan udara yang lebih dingin.
Ketika hal ini terjadi, uap air di udara yang merupakan gas yang cukup dingin sehingga gas tersebut berubah menjadi cairan dalam bentuk tetesan air yang sangat kecil. Proses ini disebut "kondensasi".
Kita melihat kelompok tetesan air kecil tersebut sebagai awan atau ketika mereka dekat dengan tanah dan menjadi kabut.
Ketika udara kembali memanas, kabut perlahan-lahan akan menghilang karena tetesan air yang sangat kecil kembali menjadi gas dalam bentuk uap air.
Ada empat jenis kabut. Pertama kabut radiasi, kabut ini terjadi ketika tanah memancarkan panas ke luar, sementara udara di atas tanah mulai mendingin setelah matahari terbenam.
Jika suhu udara turun di bawah titik embun, uap air akan mengembun di sekitar debu di udara dan membentuk kabut.
Kedua adalah kabut adveksi, ini terjadi ketika udara hangat bergerak di atas permukaan tanah yang lebih dingin.