5 Badan Intelijen Ini Terkenal Punya Kekuatan Paling Besar di Dunia


5 Badan Intelijen Ini Terkenal Punya Kekuatan Paling Besar di Dunia
Badan intelijen Jerman (Foto: Bscholarly)

jaringberita.com - Badan intelijen pada suatu negara memegang peranan penting dalam menjaga keamanan nasionalnya. Mereka bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis dan menggunakan informasi dengan tujuan mempertahankan kedaulatan negara tersebut.

Badan ini merekrut anggota terbaik yang dapat menggali informasi sulit sekalipun dengan trik-trik mereka. Tak heran, jika beberapa diantaranya memiliki kekuatan yang besar hingga dikenal berbahaya. Apa saja? berikut pembahasannya mengutip dari Okezone yang melansir dari Bscholarly.

1. Central Intelligence Agency (CIA)

Didirikan pada tahun 1947, CIA difokuskan untuk memainkan peran Amerika Serikat (AS) sebagai negara adikuasa dalam mempertahankan dominasinya atas dunia. Sebagian besar sumber daya dan tenaga organisasinya dihabiskan untuk mengumpulkan intelijen asing dengan jumlah data domestik yang sedikit.

Beberapa pencapaiannya yang paling menonjol, yaitu kematian Osama dan Operasi PBSUCCESS. Di mana pemberontak yang didukung AS menggulingkan pemerintah Guatemala yang terpilih secara demokratis. Selain itu mereka juga turut andil dalam pembentukan badan intelijen sekutu seperti BND Jerman.

2. Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim (Mossad)

Mossad merupakan badan intelijen yang paling tertua dan ditakuti di dunia. Tidak hanya bertugas mengumpulkan intelijen tetapi juga bertanggung jawab untuk melakukan kontra-terorisme dan operasi rahasia di luar negeri. Badan ini memiliki satuan penanggulangan terorisme sendiri yaitu Kidon dan Metsada.

Operasi rahasia Mossad dilakukan untuk kepentingan komunitas Yahudi di seluruh dunia. Pada tahun 1972 setelah Pembantaian Munich, badan tersebut melakukan operasi rahasia besar-besaran bernama Wrath of God untuk melacak dan melenyapkan anggota kelompok militan bersenjata Palestina yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Operasi tersebut mencakup Yunani, Prancis, Italia, Aljazair, dan Libya.

3. Research and Analisis WING (RAW)

Badan ini didirikan pada tahun 1968 setelah kegagalan intelijen India selama perang Tiongkok-India tahun 1962. Kegagalan tersebut dinilai sebagai kemunduran besar karena tak berhasil menjaga keamanan internal dan eksternal pada saat itu.

Oleh karenanya, pemerintah India mendirikan Research and Analysis Wing yang sepenuhnya didedikasikan untuk badan intelijen eksternal termasuk memantau penyelundupan senjata dan narkotika ke dalam negeri, mengumpulkan intelijen dari negara asing mengenai keamanan nasional negara tersebut.

RAW memiliki peran penting di Afghanistan sejak 1990-an setelah kebangkitan Taliban ketika didukung Pakistan, dan India memutuskan untuk berpihak pada Aliansi Utara dengan memberikan dukungan logistik dan intelijen yang diperlukan.

Penulis
: Faeza
Editor
: La Tansa

Tag: