Target Dividen 2023 Rp49,1 Triliun, Erick Optimistis Tercapai


Target Dividen 2023 Rp49,1 Triliun,  Erick Optimistis Tercapai
Menteri BUMN Erick Thohir

jaringberita.com -Menteri BUMN Erick Thohir optimistis mencapai target setoran dividen 2023 yang dipatok Pemerintah sebesar Rp 49,1 triliun. Sebab, program transformasi berjalan baik. Makin banyak perusahaan pelat merah ikut nyetor dividen.

Target dividen itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai, tuntutan Pemerintah terhadap BUMN yakni kenaikan dividen, merupakan hal yang wajar. Karena sebagai pemegang saham, Pemerintah menghendaki agar korporasi milik negara itu punya performance yang semakin baik.

“Artinya, jumlah Penyertaan Modal Negara (PMN) yang terus disuntikkan ke BUMN selaras dengan dividen yang dikembalikan. Sehingga menjadi berimbang,” ucap Toto seperti kita lansir dari RM.id.

Apalagi, kata Toto, saat ini BUMN dalam kondisi yang bisa cepatrecover sehingga target akan bisa terpenuhi. “Tidak mudah, tetapi optimisme BUMN bisa bangkit dan berkontribusi bagi negara itu harus tetap ada,” imbau Toto.

Dijelaskan Toto, negara mempunyai peran besar dalam mengantisipasi segala gejolak dan tantangan yang datang. Dan, perusahaan BUMN menjadi salah satu instrumen negara, sekaligus sebagai ujung tombak Pemerintah. Karena perusahaan pelat merah ini telah berhasil masuk dalam aspek penting, mulai dari sektor kesehatan hingga ketahanan pangan, distribusi dan lainnya.

“Diharapkan apa yang dibebankan kepada BUMN, jadi kata kunci bagaimana perusahaan negara ini bisa perform lebih baik lagi ke depannya,” harap Toto.

Dalam beleid yang diteken Jokowi pada 30 November 2022 itu, target pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) atau dividen terbesar didapat dari BUMN sektor perbankan. Bank-bank pelat merah dipatok bisa menyetor Rp 24,85 triliun ke penerimaan negara. Target 2023 tersebut naik 26,2 persen dibandingkan target pendapatan laba Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada tahun ini, yang tercatat sebesar Rp 19,69 triliun.

Hingga akhir September 2022, empat bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah membukukan laba bersih sebesar Rp 85,9 triliun. Rinciannya, BRI membukukan laba sebesar Rp 39,3 triliun, Bank Mandiri Rp 30,7 triliun, BNI Rp 13,7 triliun, dan BTN senilai Rp 2,28 triliun.

Selain dari sektor perbankan, terdapat target setoran dividen dari BUMN non perbankan yang ada di bawah Kementerian BUMN, yakni sebesar Rp 23,52 triliun di tahun depan.

Serta dari perusahaan pelat merah di bawah Kementerian Keuangan, yang ditargetkan bisa menyetor dividen mencapai Rp 718,06 miliar.

Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN Muhammad Khoerur Roziqin optimistis, perolehan laba Himbara di tahun 2023 akan lebih baik dibanding dengan tahun ini.

“Untuk target laba tahun depan, belum spesifik berapa angkanya. Namun tidak lebih rendah dari tahun ini,” kata Khoerur di Kementerian BUMN, Kamis (15/12).

Adapun laba bersih Himbara kuartal III-2022 tumbuh 80,7 persen yoy (year on year) dari Rp 47,6 triliun menjadi Rp 85,9 triliun. Sementara kontribusi laba bersih Himbara mencapai 55 persen dari total laba BUMN sebesar Rp 155 triliun.

“Secara keseluruhan kinerja Himbara untuk kuartal III-2022 tumbuh secara signifikan sepanjang sejarah. Ini pertumbuhan tertinggi dari aspek kinerja,” terangnya.

Meski optimistis, dia masih enggan membeberkan target setoran dividen Himbara tahun depan. Namun dia memastikan, dengan kinerja tahun ini yang tumbuh dari eksternal dan internal, setoran dividen Himbara tahun depan dipastikan akan lebih tinggi dari tahun ini.

Khoerur merinci, pembayaran pajak dan dividen naik 19,3 persen yoy dari Rp 53,6 triliun pada kuartal III-2021 menjadi Rp 64 triliun di kuartal III-2022.

Rinciannya, kontribusi dividen Himbara sebesar Rp 24,6 triliun atau 61,8 persen dari total dividen yang dibayarkan BUMN sebesar Rp 39,7 triliun pada tahun anggaran 2021. Sementara setoran pajak Himbara kuartal III-2022 Rp 39,4 triliun.

Adapun rincian untuk setoran pajak, untuk BRI sebesar Rp 16,1 triliun, Bank Mandiri Rp 15,1 triliun, BNI Rp 5,7 triliun, dan BTN Rp 2,3 triliun. Sementara rincian setoran dividen untuk bank Himbara, adalah Rp 14 triliun dari BRI, Rp 8,7 triliun dari Bank Mandiri, Rp 1,6 triliun dari BNI, dan BTN Rp 143 triliun.

Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir turut optimistis target setoran dividen BUMN tahun 2023, tercapai. Kementerian BUMN telah menyiapkan sejumlah strategi untuk merealisasikan target.

“Insya Allah untuk dividen 2023 pun kami coba melakukan efisiensi dan efektivitas, serta perbaikan bisnis model. Jika dividen tersebut bisa mencapai target, artinya BUMN sudah mulai bangkit ke masa sebelum pandemi,” kata Erick di Gedung DPR, Selasa (29/11).

Ia menyebutkan, pendapatan BUMN naik 18,8 persen menjadi 160 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 2.295 triliun pada 2021. Keuntungan konsolidasi BUMN pun melonjak sebesar 838 persen dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 124,7 triliun di tahun lalu. Atas kinerja ini kontribusi BUMN berupa dividen mencapai Rp 39,7 triliun tahun 2021. Atau lebih tinggi Rp 3 triliun dari tahun sebelumnya

Editor
: jrb

Tag: