Kuncinya Sinergi & Kolaborasi


Kuncinya Sinergi & Kolaborasi
Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin

jaringberita.com -Selama 2,5 tahun pandemi Covid-19 adalah masa sulit bagi bisnis transportasi udara.Tapi dengan dukungan, kerja keras, sinergi semua pihak terkait, salah satu pengelola bandar udara Indonesia, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mampu bangkit dan pulih dari keterpurukan.

Hal itu diakui Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin, baru-baru ini. “Terima kasih kepada seluruh ekosistem di transportasi udara. Kata kuncinya untuk melewati ini semua adalah sinergi dan kolaborasi. Semoga industri udara ke depan semakin lebih baik,” kata Awaluddin saat menerima penghargaan RM Award 2022.

Awaluddin juga berterima kasih kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir yang selalu men-support AP II melakukan terobosan dan inovasi di tengah pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada Menteri BUMN, Menteri Perhubungan yang telah memberikan support luar biasa bagi Angkasa Pura II, selama 2,5 tahun pandemi Covid-19,” ujar Awaluddin, yang menerima penghargaan itu sebagai Tokoh Transformasi dan Recovery Bandara.

Ia mengakui, penghargaan itu bukanlah untuk dirinya, melainkan untuk seluruh para pegawai AP II yang bekerja keras dan berinovasi, demi menyelamatkan perusahaan pelat merah itu dari gempuran pandemi Covid-19.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh pegawai Angkasa Pura II. Tanpa dukungan dari semua pihak, maka akan sulit bagi operator bandara melewati masa-masa sulit pandemi,” jelas jebolan European University, Antwerpen-Belgia ini.

Awaluddin menerima RM Award karena AP II di bawah komandonya, dianggap sukses memperkuat semangat dan budaya dalam melayani seluruh masyarakat. Khususnya penumpang pesawat serta pengguna jasa bandara.

Ia menuturkan, aspek pelayanan di bandara sangat penting, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Hal ini guna memberikan kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan pesawat.

Sekadar informasi, seperti dilansir dari RM.id, selama enam tahun memimpin, Awaluddin membawa AP II meraih banyak keberhasilan.

Official Airline Guide (OAG), penyedia data penerbangan global yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta pada September 2022 menjadi bandara tersibuk di ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).

Dengan kapasitas kursi penerbangan mencapai 2,96 juta kursi, diikuti oleh Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City, Vietnam, dengan 2,09 juta kursi dan Bandara Changi di Singapura dengan 2,08 juta kursi.

Rute Jakarta-Denpasar dengan kapasitas kursi penerbangan sebanyak 600.248 kursi masuk ke peringkat 9 dalam daftar Top 10 rute domestik tersibuk di dunia pada September 2022.

“Pemulihan di Bandara Soekarno-Hatta cukup signifikan. Rute-rute yang sempat ditutup, berangsur-angsur mulai dioperasikan kembali. Tingkat pemulihan (recovery rate) penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai 80 persen,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 54 tahun lalu ini.


Tag: