jaringberita.com - Efek mengalami krisis likuiditas, Bloomberg melaporkan CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF) telah kehilangan status miliardernya setelah nilai kekayaannya turun sebanyak 93 persen dari $16 miliar menjadi $991 juta hanya dalam waktu sehari.
Dilansir dari Instagram Heloinvestasi, Rabu (9/11/2022), faktor utama yang membuat kekayaan SBF turun drastis adalah karena native token exchange FTX (FTT) turun lebih dari 70%.
Adapun sebagian besar kekayaan SBF terkait dengan aktivitas FTX dan Alameda Research, sehingga penurunan FTT secara langsung memengaruhi kekayaannya.
Pada 8 November 2022, Bloomberg's Billionaire Index melaporkan SBF memiliki sekitar 53% saham di FTX senilai sekitar $6,2 miliar. Selain itu, asetnya terbesarnya disebut berada di Alameda Research, yang menyumbang $7,4 miliar untuk kekayaannya.
Sebelumnya, SBF disebut sebagai salah satu pemain besar pasar crypto karena kekayaanya pernah menembus $26 miliar pada tahun 2021. Kekayaan itu mengungguli para Bos crypto lainnya seperti CEO Coinbase, Brian Armstrong, Pendiri Exchange Gemini, Cameron & Tyler Winklevoss, dan Co-Founder Ripple, Chris Larsen.
Sebagai pemain besar, SBF juga telah mendukung beberapa proyek crypto yang gagal. Misalnya, beberapa waktu lalu, FTX telah memberikan pinjaman $240 juta terhadap BlockFi, kemudian memenangkan lelang aset Voyager sebesar $1,4 miliar, dan berencana untuk membeli aset Celsius.
Miliarder berusia 30 tahun ini juga menjadi berita utama beberapa tahun ini karena berencana membentuk dunia, menyumbangkan jutaan dolar untuk Demokrat, dan berjanji suatu hari akan memberikan semuanya untuk tujuan politik dan amal.