Jumat, 09 Oktober 2026

Jelang Lebaran, Sebagian Masyarakat Kurangi Pengeluaran Esensial

- Kamis, 06 April 2023 03:30 WIB
Jelang Lebaran, Sebagian Masyarakat Kurangi Pengeluaran Esensial
istockphoto
Ilustrasi
jaringberita.com - Menjelang jatuhnya Hari Raya Lebaran Idul Fitri, umat muslim di Sumatera Utara (Sumut) tanpa terkecuali akan menyediakan alokasi anggaran tambahan.

Hal itu dilakukan untuk keperluan beberapa pengeluaran tambahan, seperti membeli pakaian baru, aneka makanan dan minuman, liburan, pernak pernik rumah tangga, hingga transportasi mudik.

Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, namun bulan Ramadan tahun ini, banyak masyarakat yang mengerem belanjanya. Setidaknya hal tersebut terungkap dari hasil survey yang dilakukan pada banyak pedagang.

Dia memaparkan, misalnya pedagang ayam penyet mengeluhkan penurunan omzet penjualan dalam rentang 40-60% dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan penjualan ayam penyet ini juga menekan konsumsi bahan pangan lainnya seperti cabai, tomat, minyak goreng, kol, terong, hingga daun kemangi.

Di sisi lain, sekitar 80% pembuat (produsen) kue kering mengeluhkan penurunan orderan dari masyarakat sekitar 10-40%, sementara 15% produsen menyatakan orderan kue kering stabil dan sekitar 5% produsen menyatakan orderan mengalami kenaikan dalam rentang 5-40%.

"Sejumlah pedagang atau produsen makanan dan minuman yakin bahwa menjelang hari lebaran nantinya orderan dalam tren naik. Meskipun mereka masih pesimis penjualan tahun ini akan mampu mengimbangi omset penjualan tahun sebelumnya," ungkapnya, Rabu (5/4/2023).

Demikian halnya, lanjut Gunawan, dengan pedagang minuman kaleng atau kemasan. Temuan paling buruk orderan minuman merek tertentu mencapai 90%, sementara untuk merek ternama anjlok hingga 68%.

"Pedagang menyatakan bahwa faktor pemicu penurunan ini diakibatkan oleh buruknya daya beli. Di sisi lain masyarakat memiliki alternatif penyediaan minuman lainnya dalam bentuk sirup," tuturnya.

Sementara itu, untuk pedagang pakaian dan sepatu, dari sejumlah pedagang yang disurvei seperti pasar petisah, bazar marelan dan bazar Tanjung Morawa, pedagang yang sudah lama berjualan mengeluhkan sepinya pengunjung atau pembeli.

Penurunan omzet penjualan bisa mencapai setengah atau sekitar 50% dan untuk pedagang sepatu 33% menyatakan bahwa penjualannya mengalami kenaikan 20-30%. Kemudian 16% pedagang menyatakan bahwa penjualannya mengalami penurunan hingga 40%, sementara sisanya menyatakan masih stabil.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
MPP Desak OJK Tolak Pencalonan Fadhil Ilyas dan Minta Dugaan Kredit Fiktif Diusut Tuntas
Serahkan Puluhan Hewan Kurban, Kapolres Tanjung Priok Sebut Bukti Kehadiran Polri Untuk Masyarakat
Gelar Pengantar Purna Tugas Jenderal (HOR) Agus Andrianto, Kapolri: Sosok Berani dan Tegas
Dua Putra Terbaik Polri Masuk Kabinet Merah Putih
Kapolres Labuhanbatu Santap Siang Bersama Masyarakat Pulopadang
Kapolres Labuhanbatu Santap Siang Bersama Masyarakat Pulopadang
komentar
beritaTerbaru