Kamis, 13 Agustus 2026

Waspada, Pasar Keuangan Bakal Dibayangi Banyak Sentimen Negatif Pekan Ini

- Senin, 27 Februari 2023 23:00 WIB
Waspada, Pasar Keuangan Bakal Dibayangi Banyak Sentimen Negatif Pekan Ini
istockphoto
ilustrasi

jaringberita.com - Data inflasi di Tanah Air masih akan menjadi isu utama penggerak perdagangan pada pekan ini. Secara tahunan atau year on year, inflasi di Indonesia masih berpeluang untuk mengalami kenaikan.


Menurut Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin, kenaikan laju tekanan inflasi ini nantinya bisa saja kembali menggiring ekspektasi terkait dengan kemungkinan kenaikan bunga acuan.

Walaupun sejauh ini, kata dia, Bank Indonesia telah menyatakan bahwa tidak akan ada lagi kenaikan laju tekanan inflasi. Namun rilis data inflasi yang mengalami kenaikan bisa berpengaruh negatif bagi pasar keuangan.

"Selain itu di pekan ini, akan ada rilis data penjualan barang tahan lama (durable goods order) dari AS yang diperkirakan akan terkoreksi atau turun," ungkapnya, Senin (27/2/2023).

Sementara itu, jelas dia, ada banyak negara yang akan merilis data pertumbuhan ekonominya. Salah satunya India yang akan merilis pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan melambat dikisaran 4.5% secara tahunan di kuartal keempat 2022.

Selain India, sejumlah Negara lain seperti Australia, Kanada dan banyak negara lainnya juga akan merilis inflasi. Namun sayangnya diproyeksikan semua negara yang merilis data pertumbuhan ekonominya akan mengalami perlambatan.

Gunawan menyebutkan, selain beberapa data yang disebutkan tadi, selama sepekan ke depan juga akan ada banyak pernyataan dari sejumlah Gubernur Bank Sentral di AS.

"Jika masing-masing Gubernur bernada hawkish, ini akan menjadi pertanda bahwa potensi kenaikan bunga acuan The FED akan terjadi dalam waktu dekat ini. Hal tersebut tentunya akan menggiring ekspektasi kemungkinan kenaikan bunga acuan yang bisa parkir di level yang lebih tinggi dan diluar ekspektasi sebelumnya," jelasnya.

Gunawan menambahkan, pada pekan ini IHSG dan Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan. Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 15.200 hingga 15.300 per US Dolar dan IHSG diproyeksikan akan kembali menguji level psikologis 5.800.

"Sementara harga emas juga akan menguci level psikologis $1.800 per ons troy nya. Jadi ada potensi tekanan di pasar keuangan maupun pada harga emas secara keseluruhan," pungkasnya.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Kadiv Humas Polri Tegaskan Pentingnya Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila untuk Wujudkan Indonesia Emas!
Bupati Asahan Berikan Apresiasi Pada Pertina Asahan Raih 10 Medali Emas
Gelaran TOMNAS 2023 Sumut Sukses, Hasilkan Rekomendasi Orang Muda Gereja Bala Keselamatan
TOMNAS 2023 Sumut, Siapkan Karakter Orang Muda Menuju Generasi Emas
Berhasil Tangani Masalah Tanah, Polda Jambi Diganjar PIN Emas
Sikat Mafia Tanah, Polda Jateng Dapat  PIN Emas dari Menteri ATR
komentar
beritaTerbaru