Sabtu, 15 Agustus 2026

Kementan: Produksi Beras Nasional Aman

- Minggu, 20 November 2022 23:00 WIB
Kementan: Produksi Beras Nasional Aman
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi beras nasional dalam kondisi aman hingga akhir tahun menyusul peluang tambahan stok pada produksi periode Oktober-Desember 2022 yang diperkirakan mencapai 5 sampai 6 juta ton beras.


"Periode Oktober-Desember 2022 ini diprediksi akan ada gabah kering giling (GKG) mencapai 10,24 juta ton. Kalau jadi beras, kira-kira 5 hingga 6 juta ton," kata Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Moh Ismail Wahab dilansir dari ANTARA, Minggu (20/11/2022).

Baca Juga:

Perkiraan tersebut membuat produksi padi pada periode Oktober-Desember 2022 lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikannya 15,06 persen atau setara 1,34 juta ton GKG. Total produksi padi 2022 diproyeksikan meningkat 2,31 persen (1,25 juta ton) dari 2021 sehingga secara kumulatif mencapai 55,67 juta ton.

Jika dikonversi ke beras, lanjutnya, produksi tahun 2022 diperkirakan mencapai 32 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi setahun sebesar 30,2 juta ton.

Baca Juga:

"Artinya, pada tahun ini diperkirakan surplus beras mencapai 1,8 juta ton. Apabila ditambah surplus tahun sebelumnya, jumlah surplus mencapai 5,7 juta ton beras," jelasnya.

Ismail mengakui harga beras saat ini sedang naik dikarenakan ada kenaikan harga komponen-komponen penyusun harga beras.

"Kalau tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga pupuk, setiap tahun harga gabah di musim saat ini (Oktober-Desember) selalu tinggi daripada musim tanam sebelumnya," katanya.

Dia menjelaskan harga beras semakin tinggi karena petani menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal, ditambah dengan kenaikan harga BBM, hingga harga upah yang juga naik sekitar Rp20.000 sampai Rp25.000 ribu per hari.

Kenaikan harga beras juga dipicu sentimen negatif terhadap cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perusahaan Umum Bulog yang dianggap tipis.

"Pasar berpikir bahwa pemerintah tidak punya alat untuk memberikan sentimen positif dalam menekan harga karena stok tidak banyak," tandasnya.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Wujudkan Ketahanan Pangan, SSDM Polri Rekrut Bakomsus Lulusan SMK Pertanian
Peternak Mandiri Diminta Bentuk Asosiasi dan Pemerintah Bantu Promosi Atasi Oversupply Ayam
Tingkatkan Pengawasan, Karantina Pertanian TB Asahan Gandeng Polres Labuhanbatu
Ali Jamil Harahap, Ph.D: Dengan Sains Pertanian Eksis Saat Krisis
Harapkan Data Akurat, Pemko Medan Dukung Sensus Pertanian 2023
Kota Medan dan Kabupaten Sergai Jajaki Kerjasama Bidang Pertanian
komentar
beritaTerbaru