jaringberita.com -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serius menggarap transportasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pada 2023, ditargetkan 30 bus listrik segera mengaspal di jalan IKN.
“Orang kalau ke IKN lewat jalan darat naik Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik. Jadi, tidak ada kendaraan macam-macam di sana untuk keliling IKN,” kata BKS-sapaan Budi Karya Sumadi, dalam seminar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bertajuk ‘Mewujudkan Sustainable Smart Transportation menuju Indonesia Emas 2045 melalui Rekayasa Sistem dan Teknologi’ di Gedung Kemenhub, Jakarta, kemarin.
BKS mengatakan, produksi bus listrik kini tengah dilakukan oleh PT Industri Kereta Api (INKA) untuk keperluan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, sekaligus IKN.
Bus listrik ini nantinya juga akan mempunyai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 46 persen.Untuk mewujudkan bus listrik, lanjut BKS, Pemerintah bisa menggandeng operator seperti Damri dan swasta.
Selain bus listrik, mantan Dirut Angkasa Pura ll ini juga tancap gas membangun pelabuhan penumpang di areal lahan 20 hektare (ha).
“Kami akan bangun satu pelabuhan cantik mengangkut wisatawan mengunjungi IKN. Ada retail, cafe dan hotel. Saya minta juga kapal yang berlayar menggunakan listrik,” ungkap BKS.
BKS juga mengajak PII memberikan rekomendasi smart transportation di IKN. Pasalnya, Pemerintah membutuhkan banyak akademisi untuk merumuskan agar transportasi di IKN bisa efisien, inovatif dan ramah lingkungan.
Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Kemenhub Suharto menjelaskan, dorongan untuk zero emission di kawasan inti IKN mutlak dilakukan. Namun, bukan berarti kendaraan berbahan bakar fosil dilarang.
“Kendaraan berbahan bakar fosil tetap ada, tapi dalam radius tertentu. Ini untuk kawasan-kawasan zero emisi,” ujarnya.
Menurut Suharto, kendaraan BBM di radius tertentu masih bisa digunakan di sekitar wilayah IKN. Seperti di wilayah di Balikpapan, Samarinda Kutai dan Paser.
Untuk moda transportasi umum, kata Suharto, rencananya memang yang dibangun di IKN berkonsep canggih dan modern. Misalnya Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), kereta api sampai bus listrik.
“Semua sudah ada kajiannya, lengkap, tapi implementasinya mana yang dibangun dulu, kan Ketua Otorita IKN yang punya kewenangan. Kami hanya kajiannya saja,” jelasnya.
Ketua Badan Kejuruan Sipil PII Sutopo Kristanto mengatakan, pihaknya akan menjadi tim penguatan dalam rencana yang dilakukan Kemenhub.“Kami akan bantu penguatan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.